Chevron Masih Kaji Mitra untuk Garap Proyek Migas Laut Dalam

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Desy Setyowati

20/1/2020, 21.09 WIB

Padahal, Kementerian ESDM mendesak Chevron menyerahkan revisi pengembangan proyek migas laut dalam (IDD) tahap II sesegera mungkin.

Chevron Masih evaluasi Mitra untuk Garap Proyek Migas Laut Dalam IDD
Agung Samosir|KATADATA
Ilustrasi Chevron.

Chevron Pasific Indonesia masih mengkaji mitra yang akan menggarap proyek minyak dan gas (migas) laut dalam alias Indonesian Deepwater Development (IDD). Padahal, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendesak perusahaan menyerahkan revisi rencana pengembangan (PoD) IDD tahap II.

Manager Corporate Communication Chevron Pasific Indonesia Sonitha Poernomo mengatakan, butuh kehati-hatian dalam proses evaluasi mitra. Sebab, perusahaan ingin memastikan produksi berjalan dengan aman.

"Evaluasi itu kan banyak. Maka kami juga harus hati-hati. Sebab, yang paling penting itu memastikan keamanan," kata Sonitha usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/1).

(Baca: Kementerian ESDM: Chevron Minta Waktu Cari Mitra Baru untuk Proyek IDD)

Ia pun belum bisa mengungkapkan siapa saja calon mitra Chevron untuk proyek migas laut dalam maupun target penyelesaian evaluasi. Yang jelas, mitranya kemungkinan menjadi operator proyek IDD.

Sonitha menjelaskan, perusahaan mencari mitra agar bisa berbagi risiko. Sebab, proyek IDD dinilai tak ekonomis. "Kami sudah mendapat izin dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) untuk membuka data room. Tapi, sampai saat ini belum ada keputusan akhir siapa yang akan mengelola," ujarnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menyatakan, pemerintah memberikan tenggat waktu hingga Januari kepada Chevron mengajukan proposal rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) proyek tersebut.

(Baca: Posisi Chevron Tak Pasti, Konsorsium Proyek IDD Bakal Berubah)

Pemerintah berharap proyek IDD tahap II bisa segera dikembangkan. SKK Migas memproyeksi proyek IDD tahap II yang mencakup Lapangan Gendalo dan Gehem baru bisa berproduksi pada 2025.

Target tersebut sudah mundur dari rencana semula pada 2024. Hal ini lantaran PoD IDD tak bisa selesai pada tahun ini. "Saya kira menunggu tindak lanjut dari Chevron seperti apa. Misalnya, kami hitung 2020, proyeknya sendiri belum ada kejelasan," kata Kepala SKK Migas Dwi Sotjipto, beberapa waktu lalu (19/12/2019).

(Baca: Chevron Sebut Belum Ada Keputusan Akhir Soal Mitra Baru di Proyek IDD)


Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan