Hubungan AS-Tiongkok Memburuk, Rupiah Melemah 0,5% jadi 14.960 per US$

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Ekarina

4/5/2020, 09.51 WIB

Pelaku pasar menghawatirkan ketegangan baru hubungan antara AS dan Tiongkok.

Hubungan AS-Tiongkok Memburuk, Rupiah Melemah 0,53% ke Level Rp 14.960.
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Senin (20/4/2020). Kurs rupiah melemah 0,53% pada perdagangan, Senin (4/5) yang dipicu oleh sejumlah sentimen global.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan pasar spot pagi ini, Senin (4/5) dibuka melemah 0,53% ke level Rp 14.960 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan kurs rupiah dipicu oleh beragam sentimen global, mulai dari kekhawatiran pasar akan pelonggaran lockdown hingga konflik baru antara AS dan Tiongkok terkait asal-usul wabah virus corona

Mengutip Bloomberg, mata uang Asia bergerak bervariatif pagi ini. Dolar Singapura melemah 0,18%, dolar Taiwan 0,42%, won Korea Selatan 0,55%, ringgit Malaysia 1,04%, dan baht Thailand 0,22%.

(Baca: Investor Respons Positif Ekonomi RI, Rupiah Sentuh Level Rp 14.900)

Sedangkan yen Jepang naik 0,14%, dolar Hong Kong 0,01%, peso Filipina 0,08%, rupee India 0,76%, dan yuan Tiongkok 0,19%. 

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen negatif membayangi pergerakan pasar keuangan hari ini. "Pasar khawatir pelonggaran lockdown di beberapa negara akan menimbulkan kasus corona gelombang kedua," kataTjendra kepada katadata.co.id, Senin (15/4).

Hingga pukul 08.50 WIB, kasus positif virus corona di dunia sudah mencapai 3,56 juta. Melansir Worldometers, dari jumlah kasus terebut, angka kematian dunia akibat corona tercatat 248.245 orang, sementara kesembuhan mencapai 1,15 juta orang.

AS masih menjadi negara dengan kasus positif tertinggi dunia atau sebanyak 1,19 juta orang dengan kematian 68.598 dan kesembuhan 178.263 orang. Meski demikia, Negeri Paman Sam ini berencana melonggarkan lockdown  untuk memulihkan aktivitas sosial dan bisnis negaranya. 

Adapun Jerman, Selandia Baru, Italia, Austria, Spanyol, Norwegia, dan Singapura perlahan juga berencana melonggarkan kebijakan tersebut. 

(Baca: Investasi RI Diminati Pemodal Asing, Rupiah Paling Perkasa di Asia)

Di sisi lain, pelaku pasar menghawatirkan ketegangan baru hubungan antara AS dan Tiongkok beberapa hari ini. Hal tersebut dipicu oleh tudingan AS bahwa virus corona berasal dari sebuah lab di kota Wuhan, Tiongkok. Provokasi AS akan memicu perang dagang antara kedua negara.

Tjendra menambahkan, pasar juga mengantisipasi buruknya data ekonomi di AS dan di negara-negara pandemi lainnnya yang akan dirilis pekan ini. "Seperti data tenaga kerja, data indeks aktivitas sektor jasa dan manufaktur, neraca perdagangan, dan sebagainya," kata dia.

Oleh karena itu dia memperkirakan rupiah berpotensi tertekan mengikuti sentimen negatif pasar ke level Rp 15.000, dengan potensi support di Rp 14.800 per dolar AS hari ini.  Adapun pergerakkan rupiah selama sepekan terakhir bisa dilihat dalam databoks berikut ini.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan