Wamenkop Usul Koperasi Bisa Kelola Sumur Minyak Menganggur

Ringkasan
- IHSG menguat 0,43% ke level 7.704 pada sesi I Senin (2/9), sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) pada angka 7.726.
- Saham BBRI mengalami penguatan 0,97% ke Rp 5.200, sementara saham WIKA melonjak 20% ke Rp 468.
- Dalam sepekan terakhir, IHSG kembali mencatatkan rekor tertinggi di level 7.670,733, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp13.114 triliun.

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membuka peluang bagi koperasi agar dapat mengelola sumur minyak menganggur (idle).
“Tentu Pak Presiden (Prabowo Subianto) mendukung 1000% sekiranya badan usaha koperasi juga bisa ikut mengelola migas, meskipun kecil-kecilan,” kata Ferry dalam acara Energy Outlook 2025 di Jakarta, Kamis (27/2).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia memiliki 44.984 sumur migas, yang terdiri atas 16.433 sumur aktif berproduksi, 16.990 sumur idle, dan 11.562 sumur lain seperti abandoned (ditinggalkan), injection, dry-hole.
Ada tiga kategori sumur idle, yakni yang tidak memiliki potensi hidrokarbon(HC) sebanyak 4.993 sumur, memiliki potensi HC sebanyak 4.495 sumur, dan dalam proses review sebanyak 7.502 sumur.
Ferry menyampaikan sudah ada koperasi di Muara Enim, Sumatra Selatan yang berhasil mengelola sumur idle bekas Pertamina. Sumurini kemudian koperasi yang dibekali pendampingan teknis dan manajemen.
Kinerja produksi minyak dari sumur tersebut mencapai 15 barel per hari (bph). Ferry menyebut koperasi tersebut saat ini dalam proses untuk mengelola sumur yang ketiga.
“Jadi alangkah baiknya ini bisa dipertimbangkan, untuk dibuatkan peraturan Menteri ESDM, sekiranya koperasi diperbolehkan juga untuk bisa ikut mengelola sumur-sumur idle, begitu juga dengan sektor gas,” ujarnya.
Permintaan ini merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan swasembada energi secara inklusif dan berkelanjutan. “Koperasi rasanya pas untuk bisa ikut terlibat memiliki andil di dalam perjuangan untuk membangun swasembada energi,” ucapnya.
Ancam cabut izin
Kementerian ESDM sebelumnya berencana mencabut izin operasi belasan ribu sumur migas tidak aktif atau idle. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, sumur ini sebenarnya masih bisa menambah jumlah lifting migas nasional yang saat ini terus menurun.
Bahlil mengatakan, sumur idle yang dikerjakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tetapi tidak juga aktif akan diambil alih untuk ditawarkan ke pihak lain. “Kami tawarkan ke perusahaan yang mampu mengelolanya,” katanya beberapa waktu lalu.
Mayoritas dari 5.000 sumur idle tersebut ternyata dikelola oleh Pertamina. Ia pun sempat mempertanyakan kondisi tersebut kepada perusahaan pelat merah ini, tetapi tidak memiliki jawaban. “Saya bilang ini bisa jadi pencabutan izin usaha seperti izin pertambangan tahap dua,” ujarnya.