Rentetan Gempa Guncang Dunia: Myanmar, Tonga, hingga Aceh

Ringkasan
- Kewajiban iuran Tapera diperkirakan akan menurunkan PDB sebesar Rp 1,21 triliun, mengurangi pendapatan pekerja Rp 200 miliar, dan mengurangi surplus keuntungan dunia usaha Rp 1,03 triliun.
- Kebijakan Tapera juga berdampak negatif pada lapangan kerja, menyebabkan hilangnya 466,83 ribu pekerjaan karena pengurangan konsumsi dan investasi oleh perusahaan.
- Celios merekomendasikan perubahan pada kebijakan Tapera, termasuk menjadikan tabungan sukarela bagi pekerja formal dan mandiri, meningkatkan transparansi pengelolaan dana, serta memprioritaskan dana APBN untuk perumahan rakyat.

Gempa bumi dengan magnitudo besar di atas 5,0 terjadi di berbagai belahan dunia. Ini setelah gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda Myanmar pada Jumat, 28 Maret.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa bumi magnitudo 5,8 terjadi di Banda Aceh, Indonesia (data resmi Badan Meteorologi dan Geofisika atau BMKG magnitudo 5,2) dan gempa bumi magnitudo 7,0 melanda negara kepulauan kecil di Samudera Pasifik Tonga. Keduanya terjadi pada Minggu, 30 Maret.
Belum terang apakah gempa-gempa ini ada kaitannya satu dengan yang lain.
Gempa Myanmar yang Mengguncang Hingga Thailand dan Cina
Gempa bumi magnitudo 7,7 melanda Myamar pada Jumat, 28 Maret, dilanjut dengan sederet gempa susulan. Berdasarkan data USGS, pusat gempa terletak 16 kilometer di barat laut Kota Sagaing di Myanmar. Lokasi ini berjarak sekitar 100 kilometer dari utara ibu kota Naypyidaw. Namun, dekat dengan Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar yang berpenduduk sekitar 1,5 juta orang.
Gempa menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan bangunan gedung serta rumah di Myanmar, dan tetangganya Thailand, juga Cina khususnya di Yunnan. Berdasarkan laporan Democratic Voice of Burma, jumlah korban meninggal mendekati 3,000 orang di Myanmar. Sedangkan Bangkok Post melaporkan 18 orang meninggal, sedangkan 78 orang hilang di Thailand. Di luar itu, ada ribuan orang terluka.
Bencana gempa ini menambah berat situasi penduduk Myanmar yang belum sepenuhnya keluar dari perang saudara. PBB dan agensi kemanusiaan melaporkan, junta militer melumpuhkan infrastruktur, sistem Kesehatan, dan jaringan listrik sejak merebut pemerintahan pada 2021. Kini, sebagian besar wilayah negara sudah tidak dikuasai junta militer, namun junta dilaporkan masih melakukan serangan udara terhadap kelompok-kelompok bersenjata.
Berasarkan data USGS, gempa susulan magnitudo lebih dari 4 masih terjadi di Mayanmar setidaknya hingga Minggu, 30 Maret.
Gempa Tonga Berpotensi Tsunami
Gempa magnitudo 7,0 mengguncang negara kepulauan kecil di Samudera Pasifik, Tonga, pada Minggu dini hari, 30 Maret. Berdasarkan laporan USGS, pusat gempa di lepas pantai, sekitar 100 kilometer dari timur laut pulau utama Tonga.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik sempat mengeluarkan peringatan Tsunami sebelum dicabut satu jam setelah gempa. Namun, warga diminta tidak kembali dulu ke rumah. Peringatan juga dikeluarkan untuk negara pulau kecil lainnya, Niue.
Berdasarkan data USGS, hingga saat berita ini ditulis, terdapat tujuh gempa susulan dengan magnitudo antara 4,5 sampai 6,2. Belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa.
Gempa Aceh
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, gempa berkekuatan Magnitudo 5,2 terjadi pada Minggu, 30 Maret, Pukul 09.58 WIB. Pusat gempa di darat dengan kedalaman 12 kilometer. Lokasi itu terletak 16 kilometer arah timur laut Banda Aceh. "Jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Seulimeum," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis pascagempa.
Menurut dia, guncangan terkuat dirasakan di daerah Banda Aceh dan Aceh Besar dengan skala intensitas IV MMI. Pada skala itu, guncangan gempa dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Gempa juga terasa di daerah Takengon, Pidie, Pidie Jaya, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Bireuen, dan Lhokseumawe. Belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa.