Jaga Ketahanan Pangan, Gerakan Musim Tanam Kedua Dipercepat

Tim Publikasi Katadata
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
1 Januari 1970, 07:00
PEMERINTAH MINTA PETANI PERCEPAT TANAM USAI PANEN
ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/wsj.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya penyediaan pangan selama darurat Covid 19. Selain itu, Kementan juga melakukan pengawalan ketersediaan pangan untuk kebutuhan selama Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2020.

 

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri saat dihubungi media, menjelaskan  bahwa upaya tersebut antara lain melalui  stabilisasi harga bahan pokok, menjamin ketersediaan pangan dan stok pangan, serta meningkatkan strategi dan efektivitas distribusi pangan ke berbagai daerah.

 

 "Demi menjaga ketahanan pangan, Kementan juga melakukan percepatan gerakan musim tanam kedua secara serentak di seluruh Indonesia minggu ini" ujar Kuntoro, Sabtu (16/5).

 

Selain itu, kata Kuntoro, program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa juga terus digenjot dalam rangka menjamin ketersediaan pangan dimasa depan.

 

 "Kementan juga mendorong kampanye dan implementasi pencegahan alih fungsi lahan dengan penerapan undang-undang  no 41 tahun 2009," katanya.

 

Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) juga terus menggelar operasi pasar dan pasar murah demi mempermudah akses masyarakat mendapat pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau.

  

Sebagai bagian dari efisiensi rantai distribusi pangan, Kementan menggaet perusahaan layanan distribusi online maupun start up yang bergerak di rantai pemasaran seperti Tokopedia, Gojek, Grab, Blibli, Tani Hub, Lazada, Kedai Sayur dan lainnya. 

 

"Juga terus digarap  partisipasi swasta yang turut menjembatani petani sebagai produsen dengan konsumen,' jelas Kuntoro.

 

Saat pandemi Covid19, Kementan menciptakan program padat karya pertanian untuk menyerap tenaga kerja yang terdampak krisis atau PHK, untuk terjun ke pertanian.

 

Juga dalam program utama Kementan tetap fokus pada revitalisasi infrastruktur pertanian dan mendorong mekanisasi serta implementasi teknologi pertanian di lapangan.

 

"Kementan sudah memiliki AWR (Agriculture War Room), kemudian dimplementasikan di Kostratani. Bantuan program mekanisasi seperti  Transplanter dan Alsintan terus berjalan. Kemudian kami terus mendorong penerapkan Good Agriculture Practice, Good Manufacturing Practice dan Good Hygience Practice khususnya selama pandemi ini," tutupnya.

 

Editor: Arsip

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...