Kasus Covid-19 Melonjak, 83% Tenaga Kesehatan Alami "Burn Out"

Image title
11 Januari 2021, 20:47
kesehatan, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/FB Anggoro/pras.
Sejumlah perawat beristirahat dengan mengenakan alat pelindung diri di Instalasi Gawat Darurat khusus penanganan COVID-19 di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (5/6/2020). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyebut 83% dokter mengalami kelelahan fisik dan mental akibat Covid-19.

Pandemi corona telah berjalan selama 10 bulan. Mayoritas tenaga medis yang menjadi garda depan pun mengalami kelelahan akibat banyaknya pasien Covid-19.

Berdasarkan penelitian dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), terdapat 83% tenaga kesehatan yang mengalami kelelahan fisik dan mental tingkat sedang atau disebut burn out akibat pandemi corona. 

"Burn out itu yang dialami seseorang karena adanya stres yang berkepanjangan," kata Ketua Prodi Magister Kedokteran Kerja Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI dr. Dewi Soemarko pada Senin (11/1).

Jika seseorang mengalami kelelahan fisik dan mental tingkat sedang, mereka membutuhkan pertolongan dari orang lain. Apalagi keletihan yang  dirasakan para tenaga kesehatan cenderung secara emosi. 

Hal itu pun berpengaruh pada goyahnya rasa percaya diri tenaga kesehatan. "Itu bahaya karena tenaga kesehatan harus sebagai decision maker, harus percaya diri," kata Dewi.

Di sisi lain, penelitian itu menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga medis yang mengalami kelelahan tingkat sedang merupakan dokter umum. Adapun responden tenaga kesehatan terdiri dari dokter, dokter spesialis, perawat, bidan, dokter gigi dan farmasi. 

Jumlah responden yang mengikuti penelitian tersebut mencapai 1.400 orang. Mereka berdomisili dari Sabang hingga Merauke. 

Tingginya tingkat stres tenaga kesehatan sejalan dengan meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Kementerian Kesehatan mencatat penambahan kasus Covid-19 pada Senin (11/1) sebesar 8.692.

Dengan begitu, total orang yang terinfeksi virus corona mencapai 836.718. Dari jumlah tersebut, sekitar 14,8% atau 123.636 orang sedang dalam perawatan atau isolasi mandiri. 

Untuk menurunkan jumlah kasus agar tak semakin banyak tenaga kesehatan yang mengalami kelelahan, masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan. Caranya dengan gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Ketiga langkah 

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...