Bakaro Grill Express, Mitra Go-Food Beromzet Rp 300 Juta per Bulan

Bakaro Grill Express mengusung kecepatan penyajian kuliner berbahan baku daging sapi.
Michael Reily
24 Juni 2019, 12:52
Go-Food Festival, omzet Bakaro Grill Express
Gojek
Pendiri Bakaro Grill Express Anggit Budi Setiawan, VP Sales & Marketing Go-Food Festival Cassandra Aprilanda, VP Corporate Communications Food & Pay Gojek Rosel Lavina, dan Manager Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) Ridho Al Amin.

Dewasa ini, platform berbasis online seperti marketplace dan layanan on-demand membuka pasar yang lebih luas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Peluang ini dimanfaatkan pula pengusaha restoran Bakaro Grill Express.

Pendiri Bakaro Grill Express Anggit Budi Setiawan menyadari, teknologi bukan hanya memperluas pasar, tetapi juga menambah pesaing. Karena itu, menurutnya butuh inovasi untuk menggaet pasar yang telah terbuka melalui teknologi.

Salah satu inovasi yang diusung Bakaro Grill Express adalah mengakomodasi kebutuhan kuliner yang cepat. "Kecepatan penyajian makanan jadi penting karena pegawai kantor tidak bisa menunggu lama untuk makan siang. Kami coba sajikan dalam waktu lima menit," katanya kepada Katadata.co.id di Jakarta, akhir pekan lalu (21/6).

(Baca: Gabung Go-Food, Omzet Cirengcrispi Naik 20 Kali Lipat)

Advertisement

Dengan mengusung jargon kecepatan penyajian itu, ia berharap bisa menggaet konsumen di wilayah perkantoran. Selain itu, ia bermitra dengan perusahaan penyedia layanan on-demand seperti Gojek untuk mendistribusikan produk kulinernya. Bahkan, Go-Food Festival, yakni jaringan pujasera milik Gojek.

Bakaro Grill Express tersedia di empat Go-Food Festival, yakni Gelora Bung Karno (GBK), Pasaraya Blok M, Baywalk Mall Pluit, dan Kuningan City Mall. Padahal, restoran yang berdiri pada awal tahun ini sebelumnya hanya memiliki satu toko di Ciputat.

Setelah hadir di Go-Food Festival, Anggit mencatat omzet Bakaro Grill Express naik dari sekitar Rp 100 juta menjadi Rp 300 juta per bulan. "Kenaikan transaksi cukup signifikan, apalagi banyak aktivitas dan promo yang membantu untuk meningkatkan bisnis kami," kata dia.

Anggit menyebutkan, modal yang ia keluarkan untuk mendirikan Bakaro Grill Express sekitar Rp 200 juta. Kini, omzet yang diperoleh melebihi modal awal. Jumlah pekerja pun meningkat dari dua menjadi 14 orang.

(Baca: Gojek Catat Kenaikan Mitra Baru Dari Pebisnis Kopi dan Ayam Geprek)

Peningkatan omzet itu mendorong Bakaro Grill Express membuka gerai baru di Mal Ambassador. Anggit ingin menstabilkan pasar di Jakarta terlebih dulu, dengan cara memperkuat merek dan manajemen pengelolaan. Setelahnya, ia mengkaji untuk ekspansi ke wilayah lain.

Bakaro merupakan bisnis kuliner berbahan baku daging sapi bakar berupa baso. Baso disajikan dengan nasi, kecap, dan sambal bawang. Selain mengutamakan kecepatan, Bakaro memperkenalkan proses memasak yang berbeda, yakni hanya membakar daging yang sudah matang untuk disajikan.

Anggit menyebutkan, rentang harga makanan yang ada di Bakaro Grill Express sekitar Rp 35 ribu sampai Rp 45 ribu. Harga tersebut menurutnya cukup terjangkau. Ia mencatat, pemesanan secara online lebih banyak daripada pembelian langsung.

(Baca: Di Daftar Go-Food, Orins Kalahkan Martabak Anak Jokowi)

Reporter: Michael Reily
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait