Pipa Minyak Blok Rokan Sepanjang 342 KM Akan Mengalir Akhir Tahun Ini

PGN menargetkan proyek pipa minyak di Blok Rokan selesai akhir tahun ini. Pipanya memiliki kapasitas alir hingga 362 ribu barel per hari.
Muhamad Fajar Riyandanu
18 Agustus 2022, 20:42
blok rokan. pertamina,
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Karyawan berjalan di lokasi Rig (alat pengeboran minyak bumi) PDSI 49 milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Duri, Riau, Senin (8/8/2022).

PT Pertamina Gas Negara (PGN) menargetkan pengerjaan proyek pipa minyak di Blok Rokan selesai pada kuartal IV. Komisaris Utama PT PGN Arcandra Tahar mengatakan, pipa transmisi minyak sepanjang 342 kilometer (km) ini memiliki kapasitas alir 143 ribu hingga 362 ribu barel per hari (bph).

"Pengaliran di semua segmen diharapkan dapat direalisasikan pada kuartal IV untuk meningkatkan lifting dari Blok Rokan," kata Arcandra Tahar dalam pertemuan dengan Media di Jakarta, Kamis (18/8).

PGN membangun pipa minyak Blok Rokan sejak 2020. Anak usahanya yakni Pertagas menjadi pelaksana pembangunan proyek.

Proyek itu ditaksir menelan investasi US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun. Jalur pipa ini terdiri dari 12 segmen dan tiga stasiun, yaitu Stasiun Duri, Dumai, dan Manifold Batang.

Advertisement

Di setiap segmen jalur pipa bakal terdapat pig launcher dan receiver termasuk aksesorinya.

Selain itu, PGN mewujudkan investasi pembangun pipa gas Senipah ke Kilang RU V Balikpapan sepanjang 78 KM dengan kapasitas alir 125 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD). Pembangunan proyek ini sudah dimulai sejak April 2022.

PGN juga menyasar penggunaan gas bumi di sektor kebutuhan rumah tangga. Pembangunan jaringan gas (jargas) Gaskita ditujukan untuk mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai pengganti gas alam cair (LPG) yang diharap bisa memperbaiki defisit nerasa migas.

"Gas lebih murah dari BBM. Segala upaya yang bisa mengurangi BBM itu perlu dilakukan, Kompor listrik, alih BBM ke BBG, diesel ke BBG melalui eksplorasi lapangan tua," ujar Archandra.

Berdasarkan data PGN, penggunaan gas bumi pada 650 ribu sambungan rumah tangga tahun lalu dapat berimplikasi pada efisiensi energi Rp 1,78 triliun.

"Komitmen kami yakni meningkatkan pembangunan infrastruktur pipa gas bumi, sehingga efisiensi dapat juga dinikmati lebih banyak UMKM, komersial, dan industri, khususnya di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” ujar dia.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait