Tokopedia, Bukalapak & Blibli Janji Blokir Akun yang Jual Mahal Masker

Harga masker bedah tembus ratusan ribu per kotak. Begitu juga masker N95. Tokopedia, Bukalapak dan Blibli berjanji akan memblokir akun penjual 'nakal'.
Cindy Mutia Annur
6 April 2020, 22:16
Tokopedia, Bukalapak & Blibli Janji Blokir Akun yang Jual Mahal Masker
ANTARA FOTO/Anindira Kintara
Ilustrasi, pekerja dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pengecekan masker yang akan dikirim ke Taiwan, di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (13/2/2020).

Harga masker baik bedah maupun N95 kembali melonjak hingga ratusan ribu per kotak atau helai. Perusahaan e-commerce Tokopedia, Bukalapak dan Blibli menegaskan bakal memblokir akun pedagang yang menjual masker dengan harga yang tidak wajar.

Sebelum terjadi pandemi corona, harga masker bedah sekitar Rp 15 ribu-Rp 25 ribu per kotak berisi 50 masker. Sedangkan harga masker N95 di kisaran Rp 5 ribu-Rp 6 ribu per helai.

Kini, harga masker bedah berkisar Rp 300 ribu sampai 400 ribu per kotak dengan isi yang sama. Sedangkan masker N95 dibanderol Rp 80 sampai 120 ribu per helai.

Vice President of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan, perusahaan telah menutup permanen ribuan toko online dan melarang tayang puluhan ribu produk yang terbukti melanggar pedoman perusahaan. Di antaranya menetapkan harga, judul, atau deskripsi yang tak wajar.

Advertisement

(Baca: Waspada, Marak Penipuan Masker Bedah Lewat GoPay dan OVO)

"Kami juga melakukan sweeping berkala untuk memastikan produk yang dijual dalam platform Tokopedia sesuai dengan peraturan perusahan," ujar Nuraini kepada Katadata.co.id, Senin (6/4). 

Nuraini mengimbau masyarakat, yang masih menemukan produk yang melanggar, melaporkannya melalui fitur ‘Laporkan’. Tools ini berada di pojok kanan atas setiap halaman produk. 

Hal senada disampaikan oleh Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono. "Kami telah mengadaptasi algoritma sebagai upaya untuk mendeteksi (produk yang melanggar)," ujar dia.

(Baca: Bukalapak Laporkan Pelapak yang Timbun Produk Kesehatan ke Polisi)

Pelapak yang terbukti menaikkan harga produk secara tidak wajar dan melanggar ketentuan yang berlaku, maka akan ditindak secara tegas dengan menutup akun. Intan juga mengimbau pengguna untuk melaporkan pelapak yang melanggar kepada tim BukaBantuan.

"Kami juga telah bekerja sama dengan para Mitra dan prinsipal kami untuk memastikan ketersediaan produk bagi masyarakat," ujar Intan.

Senior Key Account Manager Consumer Goods Blibli Priscilia Cynthia juga mengatakan, perusahaan terus memantau produk-produk yang dijual di atas harga pasaran. Produk yang dipantau utamanya antiseptik, masker wajah, hand sanitizer, dan yang masuk kategori kesehatan lainnya. 

(Baca: Tokopedia Blokir Permanen Ribuan Akun yang Jual Mahal Produk Kesehatan)

Blibli akan memberikan peringatan keras dan memblokir produk mitra yang menyalahi aturan aturan. "Kami pun melakukan pembatasan pembelian produk yang mendapat animo tinggi di pasar," ujar Priscilia.

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, salah satu toko bernama Shops Jakarta di Tokopedia menjual masker bedah Rp 525 ribu  per kotak berisi 50. Lalu, toko Raffa Farma 23 menjual masker N95 seharga Rp 140 ribu per helai. 

Di Shopee, toko bernama triaagustinsriwahyuningsih menjual masker bedah Rp 430 ribu per kotak berisi 50 masker. Lalu, masker N95 dibanderol Rp 130 ribu per helai oleh toko kontosdoank.

(Baca: Bukalapak dan Tokopedia Bersiap Blokir Penjual Online Klorokuin)

Kemudian di Bukalapak, mitra bernama Yayang Store menjual masker bedah Rp 418 ribu per kotak berisi 50 masker. Lalu, toko Rizkita Fashion menjual masker N95 Rp 140 ribu per helai.

Di Lazada, toko bernama ikaasih08sugiarti menjual masker bedah Rp 350 ribu per kotak isi 50 masker. Lalu, toko Sagitarius_Shop membanderol masker N95 Rp 135 ribu per helai.

Sedangkan di Blibli, toko bernama ZAVANUEC menjual masker bedah Rp 950 ribu per kotak berisi 40 masker. Lalu, masker N95 dibanderol Rp 190 ribu oleh toko Jaya Makmur.

(Baca: Tiga E-commerce Besar Panen Pengguna dan Transaksi saat Pandemi Corona)

 

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait