Mitra GoFood Nyaris Ditipu, Gojek Imbau Adukan Penipu

Image title
5 Mei 2020, 11:21
Mitra GoFood Nyaris Ditipu, Gojek Imbau Adukan Penipu
Gojek
(kiri-kanan) Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita, Co-Owner Ban-Ban Wenny Chen, dan Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo saat acara peluncuran inovasi terbaru GoFood di Jakarta (16/1/2020).

Masyarakat diimbau berbelanja secara online, guna menekan penyebaran pandemi corona. Namun, kondisi ini justru dimanfaatkan beberapa oknum untuk menipu mitra GoFood, Gojek.

Tia mengaku ditelepon oleh seseorang yang mengaku dari Gojek. Padahal, sehari sebelumnya, akun GoBiz-nya baru aktif.

Oknum tersebut menelepon dirinya dua kali pada akhir pekan lalu (30/4) dan kemarin (4/5), dengan nomor ponsel berbeda, salah satunya 0816995377. “Katanya ada pembaruan setting dan perubahan data untuk memudahkan transaksi,” ujar Tia kepada Katadata.co.id, hari ini (5/5).

(Baca: Penipuan Lewat Aplikasi hingga Kode OTP Diprediksi Marak Tahun Ini)

Mitra GoFood diminta memperbarui sistem dengan mendaftar lewat mobile banking atau ATM. “Katanya, ‘nanti ada notifikasi, hanya berlaku hari ini’,” ujar Tia, menirukan pelaku.

Pelaku juga mengancam akan menutup akun GoBiz mitra jika tidak mengikuti instruksinya. Tia curiga, oknum berusaha masuk ke akunnya.

Mitra GoFood lainnya yakni Roketi juga ditelepon untuk memperbarui sistem dengan mendaftarkan nomor rekening dan nomor teleponnya. Padahal, ia baru mendaftar GoBiz sepekan lalu. Untungnya, ia tidak menanggapi imbauan pelaku.

Sekadar informasi, Tia membuka gerai GoFood di Jakarta Utara, sementara Roketi di Jakarta Barat. (Baca: Tangkal Penipuan, Gojek Siapkan Tiga Fitur dan Jaminan Saldo GoPay)

Katadata.co.id lantas mengonfirmasi hal itu kepada Gojek. VP Corporate Affairs Gojek Food Ecosystem Rosel Lavina mengimbau mitra untuk langsung menghubungi Pusat Bantuan Mitra Usaha Gojek di 1500 171 atau [email protected] jika menemukan adanya transaksi atau telepon mencurigakan.

Ia mengimbau pengguna dan mitra untuk menghindari pembayaran di luar aplikasi. Selalu mengamankan data pribadi dan tidak membagikan kode One Time Password (OTP), serta menggunakan PIN.

“Adukan apabila ada hal mencurigakan melalui email resmi dan halaman bantuan di aplikasi Gojek," kata Rosel kepada Katadata.co.id, kemarin (4/5). (Baca: Bos Gojek Curhat 3 Kali Ditelepon Penipu Saat Memesan GoFood)

Di tengah pandemi virus corona, Rosel mencatat bahwa peningkatan mitra GoFood stabil. Hanya, beberapa mitra membuka titik penjualan baru karena transaksinya meningkat.

"Kami melihat sebagian besar merchant semakin mengandalkan layanan pesan-antar makanan, migrasi dari offline ke online, agar tetap bertahan di tengah pandemi," ujar Rosel.

Saat ini, Gojek menggaet lebih dari 500 ribu mitra penjual (merchant) di Asia Tenggara. (Baca: Pisang Goreng hingga Mi Diminati di GoFood dan GrabFood Saat Pandemi)

Gojek sebenarnya sudah memberikan peringatan kepada mitra GoFood melalui situs resmi GoBiz. Unggahan ini bertajuk ‘cara menghindari penipuan yang mengatasnamakan GoBiz/Gojek Indonesia’ yang diunggah pada pekan lalu (29/4).

“Mitra Usaha Gojek, kami mengimbau Anda untuk selalu berhati-hati karena GoBiz dan Gojek Indonesia TIDAK pernah menghubungi Anda untuk melakukan hal berikut dengan alasan apapun,” demikian dikutip.

Hal yang dimaksud yakni Gojek tidak pernah meminta nomor kartu ATM atau kartu kredit, dan kode OTP. Perusahaan juga menegaskan tidak meminta mitra untuk melakukan transfer dana.

(Baca: Marak Penipuan Lewat Akun Mitra Pengemudi, Gojek Siapkan Teknologi)

Seluruh pesan dari GoBiz atau Gojek Indonesia hanya dikirimkan melalui email [email protected] atau @go-jek.com dan @gojek.com, WhatsApp dengan centang hijau di sebelah kanan teks GoBiz, dan media sosial resmi yang terverifikasi.

“Oleh karena itu, jika Anda mencurigai informasi atau pihak mengatasnamakan Gojek, kami mengimbau untuk mengonfirmasikan keaslian pesan tersebut dengan menghubungi Pusat Bantuan Mitra Usaha Gojek,” demikian dikutip.

(Baca: Gojek dan Grab Tanggapi Viral Driver Ojol Tipu dan Lecehkan Konsumen)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait