Grab Gaet Pertamina Beri Pinjaman untuk Mitra Warung GrabKios

Grab menggaet Pertamina untuk memberikan pinjaman kepada mitra GrabKios. Grab memperkuat lini bisnis solusi UMKM digital. Gojek merambah layanan serupa.
Image title
8 September 2020, 17:30
Grab Gaet Pertamina Beri Pinjaman untuk Mitra Warung GrabKios
KATADATA | Ajeng Dinar Ulfiana
Ilustrasi, mitra pengemudi Grab memarkirkan motornya di parkiran khusus Grab , Mal FX, Jakarta Selatan (22/11/2018).

Perusahaan penyedia layanan on-demand Grab bekerja sama dengan Pertamina untuk memberikan pinjaman kepada mitra GrabKios. Melalui kolaborasi ini, decacorn asal Singapura itu memperkuat bisnis solusi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) digital.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, mitra GrabKios akan mendapatkan akses pinjaman untuk modal. “Dengan jasa administrasi yang sangat rendah yaitu 3% per tahun,” kata dia dikutip dari siaran pers, Selasa (8/9).

Mitra GrabKios aktif yang bergabung minimal enam bulan dan memiliki transaksi rerata di atas Rp 5 juta per bulan, dapat mengajukan pinjaman kepada Pertamina. GrabKios akan memfasilitasi pengajuan itu.

Sedangkan tenor pinjamannya hingga 36 bulan. “Dengan memfasilitasi akses produk pinjaman ini, mitra GrabKios dapat terus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga mata pencahariannya dan menjalankan roda perekonomian,” kata Head of GrabKios Grab Indonesia Nuruddin Al Fithroh.

Advertisement

Sebelumnya, Grab bekerja sama dengan Pegadaian cabang Magelang untuk memberikan kredit modal usaha dengan bunga 0% kepada mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike. Pinjaman ini bisa digunakan untuk mendirikan usaha warung dan menjadi mitra GrabKios.

"Ini sebagai solusi agar UMKM dapat lebih mudah melakukan digitalisasi bisnis mereka dan mampu bertahan di tengah krisis," ujar Head of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya dikutip siaran pers, Senin (27/7).

Program-program itu hadir di tengah upaya pemerintah mendorong UMKM untuk masuk ekosistem digital, guna menjangkau konsumen di tengah pandemi corona. Setidaknya, satu juta lebih UMKM beralih ke digital selama masa pagebluk virus corona, sehingga totalnya lebih dari sembilan juta.

Grab pun telah menggaet sekitar 170 ribu UMKM selama pandemi Covid-19. Secara total, decacorn ini menggandeng lebih dari 32 ribu pedagang tradisional saat ini. Perusahaan menargetkan bisa menggaet 400 ribu UMKM hingga akhir tahun ini.

Selain GrabKios, Grab berfokus menyediakan solusi bisnis bagi pelaku UMKM dengan meluncurkan GrabMerchant pada Juni lalu. Mitra UMKM di GrabFood, GrabMart, logistik dan GrabKios dialihkan ke GrabMerchant, sehingga menjadi terintegrasi.

Layanan itu beroperasi dengan model business to business (BtoB). GrabMerchant menyediakan beberapa fitur seperti pendaftaran mandiri, manajemen profil pemilik, pengelola toko, dan kasir untuk keamanan akun. Ada juga fitur grosir, fitur pemasaran, hingga laporan bisnis. 

Perusahaan juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu lebih banyak UMKM. Startup itu bekerja sama dengan lebih dari 20 instansi di tingkat pemerintah pusat dan daerah untuk menjalankan program digitalisasi UMKM.

Namun pesaingnya, yakni Gojek juga berfokus pada layanan solusi UMKM. Decacorn Tanah Air ini meluncurkan platform khusus untuk mendorong UMKM masuk ke ekosistem digital, yakni melajubersamagojek.com pada bulan lalu.

Melalui platform khusus itu, Gojek membantu pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis. Bantuan itu mulai dari kegiatan pemasaran, memproses pesanan, pembayaran, pengiriman hingga administrasi.

Setidaknya ada 120 ribu UMKM yang bergabung ke platform itu pada bulan lalu. "Kami menghadirkan beragam solusi yang dapat digunakan oleh semua tipe UMKM, dari yang berskala mikro hingga besar," kata Co-CEO Gojek Andre Soelistyo, pada Agustus lalu.

Ia mengklaim, perusahaan telah membantu jutaan mitra usaha, yang 95% di antaranya merupakan UMKM.

Berdasarkan riset dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), 94% dari UMKM bergabung ke ekosistem Gojek saat pandemi, merupakan usaha mikro. Sedangkan 43% lainnya pengusaha pemula.

Riset itu juga menunjukkan, kontribusi mitra Gojek di semua layanan terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp 104,6 triliun pada tahun lalu. Nilainya setara 1% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. 

Studi itu berdasarkan survei online terhadap 53.989 responden, yang dipilih dengan pencuplikan acak sederhana (simple random sampling). Mereka merupakan mitra GoCar, GoRide, GoFood, GoPay, dan GoSend yang aktif selama tiga bulan terakhir.

internet penyelamat umkm
internet penyelamat umkm (Katadata)

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait