IHSG Diramal Menguat Lagi Hari Ini, tapi Dibayangi Tapering Off AS

IHSG hari ini diramal melanjutkan penguatan pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Namun, penguatan diprediksi sementara karena ada sentimen tapering off di AS.
Image title
13 September 2021, 05:58
ihsg, saham,
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Petugas kebersihan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/5/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,44% ke level 6.094 pada perdagangan akhir pekan lalu (10/9). Kenaikan ini diprediksi kembali terjadi pada perdagangan awal pekan ini, Senin (13/9).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan, IHSG diprediksi menguat dalam jangka pendek dengan area resistance 6.130 dan 6.099. Sedangkan support di level 6.009 dan 5.950.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali ke atas karena peningkatan pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.

Namun Dennies memperkirakan, penguatan IHSG hari ini hanya sementara. “Ini karena pasar saham masih dibayangi kekhawatiran akibat rencana tapering off dari The Fed. Investor juga akan mengantisipasi kelanjutan PPKM pada awal pekan," kata Dennies dalam riset tertulis, dikutip Senin (13/9).

Tapering off yakni pengurangan nilai pembelian aset, seperti obligasi oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.

Ia pun merekomendasikan saham Pakuwon Jati (PWON) untuk beli, tetapi bersifat spekulatif. Ini karena indikator teknikal menunjukkan sinyal beli dengan sentimen negatif. Namun, bisa juga karena indikator teknikal negatif dengan sentimen positif.

Dennies juga merekomendasikan saham Surya Citra Media (SCMA) untuk beli. Berdasarkan analisis, indikator teknikal menunjukkan sinyal beli dengan sentimen positif.

Sedangkan CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi, IHSG hari ini berpotensi terkonsolidasi. Berdasarkan analisis secara teknikal, area pergerakan indeks ada di level 5.969 hingga 6.202.

Pergerakan IHSG hingga saat ini menurutnya masih terlihat betah berada dalam rentang konsolidasi wajar, dengan potensi tekanan yang masih jauh lebih besar dibanding dengan kemampuan naik.

Hal itu terlihat dari masih minimnya sentimen. Selain itu, perlambatan perekonomian masih berlangsung. "Fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupiah belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG," kata William.

Beberapa saham yang menurutnya layak untuk dipantau oleh pelaku pasar saham hari ini, di antaranya Mayora Indah (MYOR), Bank Negara Indonesia (BBNI), Indofood Sukses Makmur (INDF), Astra International (ASII), dan Wijaya Karya (WIKA).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait