Indonesia Pengguna Fintech Tertinggi Ketiga di Dunia

Intan Nirmala Sari
22 Juni 2021, 17:38
Distribusi Tipe Fraud di Indonesia fintech
AppsFlyer
Distribusi Tipe Fraud di Indonesia

Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara dengan instalasi aplikasi keuangan terbanyak di antara 15 negara lainnya, menurut Laporan State of Finance App Marketing edisi 2021 yang dirilis AppsFlyer. Bahkan, tingkat fraud (kecurangan atau penipuan) pada aplikasi populer Indonesia tercatat mengalami penurunan drastis hingga 48%.

Dalam laporan tersebut, Indonesia unggul dari negara besar lain seperti Amerika Serikat (AS) yang menempati peringkat keempat dan Rusia peringkat kelima. Namun, masih kalah dari India dan Brazil yang menempati posisi pertama dan kedua.

Di Indonesia, para pengguna umumnya mengunduh aplikasi layanan keuangan termasuk aplikasi mobile payment, kartu kredit, dan juga aplikasi pinjaman. Kategori tersebut berkontribusi besar terhadap jumlah total download di Tanah Air.

Sementara itu, meskipun tingkat fraud instalasi aplikasi di Asia Tenggara cukup tinggi, namun fraud jenis keuangan justru mengalami penurunan. Penurunan terjadi sepanjang periode kuartal I-2020 hingga kuartal I-2021. 

Dengan jumlah populasi yang besar dan tingkat populasi underbank dan unbanked yang relatif tinggi, Indonesia juga menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang berada di posisi lima besar di peringkat negara yang menginstal aplikasi keuangan.

Laporan State of Finance App Marketing AppsFlyer 2021 meneliti 2,7 miliar instalasi aplikasi di Asia Pasifik periode kuartal I-2019 dan kuartal I-2021, dari total 4,7 miliar instalasi aplikasi di seluruh dunia. Laporan juga memantau 600 juta instalasi non-organik dan 1.230 aplikasi yang terdaftar di pasar aplikasi Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam.

Adapun aplikasi yang masuk dalam kategori keuangan meliputi sub-kategori seperti bank digital, bank tradisional, layanan keuangan, pinjaman dan investasi online. Senior Customer Succes Manager APAC AppsFlyer, Luthfi Anshari mengatakan 2020 sebagai momentum perubahan bisnis dan konsumen berinteraksi dan beroperasi.

Halaman:

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...