Literasi Digital Penduduk di Bali, Kalimantan & Sulawesi Paling Tinggi

Fahmi Ahmad Burhan
20 November 2020, 14:08
Survei KIC-Kominfo: Literasi Digital Warga Indonesia Tengah Tertinggi
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Ilustrasi, dua orang membuka laman Google dan aplikasi Facebook melalui gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Mayoritas dari responden menilai, Facebook menjadi media yang paling banyak penyebaran hoaks. Disusul oleh WhatsApp, YouTube, portal berita online, Instagram, dan televisi.

Konten bohong yang paling sering mereka temui yaitu politik. Kemudian, kesehatan, agama, kerusuhan, lingkungan, dan bencana alam.

Meski begitu, masyarakat Indonesia jauh lebih percaya informasi dari televisi dan media sosial, ketimbang situs pemerintah maupun portal berita online. Separuh lebih responden mempercayai informasi yang beredar di WhatsApp.

Berbeda dengan masyarakat di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) yang lebih mempercayai informasi dari situs resmi pemerintah dan televisi. “Mereka langsung mencari tahu di internet jika menerima hoaks,” kata Amri.

Padahal, masyarakat di wilayah 3T mengalami beberapa kesulitan untuk mengakses internet seperti infrastruktur yang belum memadai dan mahalnya tarif. “Mereka menganggap, hoaks merupakan tanggung jawab semua orang,” ujar dia.

Perbedaaan rujukan dan media yang dipercaya oleh masyarakat secara nasional dan yang berdomisili di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T)
Perbedaaan rujukan dan media yang dipercaya oleh masyarakat secara nasional dan yang berdomisili di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) (Katadata Insight Center dan Kominfo)

Di satu sisi, survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) menunjukkan, jumlah pengguna internet Indonesia naik 8,9% dari 171,2 juta pada 2018 menjadi 196,7 juta per kuartal II 2020. Angkanya tertera pada Databoks di bawah ini:

Juru bicara Kominfo Dedy Permadi mengatakan, survei itu menunjukkan bahwa semakin banyak dan sering masyarakat menggunakan internet. Namun, “ada tantangan besar yang dihadapi. Per Oktober, kami identifikasi 1,64 juta konten hoaks,” ujar dia.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...