Penjualan Ponsel di Cina Tembus 342,8 juta di 2021, Apple Paling Laris

Fahmi Ahmad Burhan
19 Januari 2022, 09:38
ponsel, cina, apple
ANTARA FOTO/REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo/AWW/sa.
ilustrasi merk apple

Penjualan ponsel pintar atau smartphone di Cina mencapai 342,8 juta atau melonjak 15,9% di tahun 2021. Di antara semua merk, produsen smartphone asal Amerika Serikat (AS) Apple menjadi merk ponsel paling moncer penjualannya di Cina tahun lalu.

 Akademi Informasi dan Komunikasi Cina (China Academy of Information and Communications/CAICT) mencatat, penjualan smartphone di Cina tahun lalu mencapai 342,8 juta. Pada bulan lalu saja, penjualan smartphone di Cina telah mencapai 32,7 juta unit, naik 29,6% yoy. 

"(Penjualan 2021) Naik 15,9% year on year (secara tahunan)," demikian dikutip dari Reuters pada Selasa (18/1). 

CAICT mencatat, penjualan smartphone di Cina tetap melonjak meski mendapatkan tantangan kekurangan cip (chipset) dan pembatasan rantai pasokan yang menghambat ekonomi global.

Namun, penjualan ponsel di Cina tahun lalu belum melampaui angka sebelum pandemi, yakni 372 juta unit pada 2019.

 CAICT juga mencatat, produsen smartphone paling moncer di Cina tahun lalu adalah Apple. Sebab, Apple menjadi satu-satunya merek asing utama yang bersaing di pasar domestik Cina.

 Counterpoint juga mencatat, Apple terus menjadi merek smartphone teratas dalam hal unit penjualan dan pendapatan di Cina selama enam pekan terakhir 2021. Apple bahkan bisa mengalahkan posisi Vivo dan OPPO di Cina.

Tahun lalu, menurut data Counterpoint, penjualan ponsel Apple tumbuh 46% secara bulanan (month on month/mom) di Cina selama Oktober 2021.
Padahal, pertumbuhan rata-rata penjualan gawai di Cina saat itu hanya 2%.

 Produsen smartphone asal Cina seperti Xiaomi, OPPO, dan Vivo bahkan mencatatkan penurunan penjualan pada Oktober.

Dengan pertumbuhan pesat itu, Apple berhasil menguasai 22% pangsa pasar di Cina per Oktober 2021. Disusul oleh Vivo 20% dan OPPO 18%.

Counterpoint mencatat, pertumbuhan pesat Apple di Cina terdorong karena iPhone 13. Ponsel yang meluncur pada September 2021 itu diburu konsumen Cina.

Tercatat ada lebih dari dua juta pemesanan atau pre-order oleh konsumen di Tiongkok melalui toko resmi hingga e-commerce seperti JD.com dan Tmall sejak diluncurkan pada September.

Selain terdorong iPhone 13, Apple berhasil mengatasi masalah rantai pasok karena kelangkaan cip. 

Pada kuartal ketiga 2021, Apple melaporkan lonjakan pendapatan sebesar 83% yoy dari pasar Cina, Taiwan, dan Hong Kong.

 Direktur Riset Counterpoint Tom Kang memerkirakan, moncernya Apple di Cina akan berlanjut tahun ini.

"Apple kemungkinan akan melanjutkan kinerjanya yang tinggi di Cina, sampai pesaing lain mengejar merek dan kualitas," katanya dikutip dari Counterpoint pada pekan lalu (13/1).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Maesaroh

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...