JK Minta Pelaku Usaha Tak Ragu Berinvestasi di Tahun Politik

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla meminta pengusaha tak ragu dan bersikap wait and see berinvestasi di tahun politik.
Image title
28 Februari 2019, 16:16
Jusuf Kalla
Arief Kamaludin|Katadata
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut investor tak perlu khawatir berinvestasi di tahun politik.

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla meminta pengusaha tak ragu dan bersikap wait and see berinvestasi di tahun politik. Dia menilai saat ini merupakan waktu yang paling tepat bagi pengusaha untuk berinvestasi. Sebab, meski kondisi ekonomi masih diliputi ketidakpastian, tapi di satu sisi harga-harga barang menjadi jauh lebih murah.

Sehigga pengusaha bisa meraih keuntungan lebih besar. "Kalau nanti suasana baik, ya harga tanah naik, harga bahan-bahan naik. Sekarang mumpung baja dan beton murah, tanah tidak mahal seperti 3 tahun yang lalu," kata Jusuf Kalla di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (28/2).

Dia pun menyarankan pengusaha berinvestasi saat ini di dalam negeri karena potensi jumlah penduduknya besar. "Kita punya penduduk 260 juta yang siap untuk belanja," kata Wapres yang juga kerap disebut JK. 

(Baca: Dorong Investasi, JK Minta Bank Indonesia Turunkan Lagi Suku Bunga )

Advertisement

Memasuki tahun politik April mendatang, Indonesia siap menggelar Pemilihan Umum (Pemilu).  Dia pun menyebut periode ini sebagai waktu yang baik untuk berinvestasi dan ekspansi. Karena bakal banyak sektor-sektor yang menguntungkan di tahun politik.

Salah satunya di binsis konveksi dan percetakan, di mana para calon Presiden dan calon leglisatif sudah bisa berkampanye dengan membagikan kaos dan memasang spanduk. Sehingga dia cukup yakin akan ada kenaikan permintaan di sektor ini dengan adanya pemilu.

Selain itu, JK juga menjamin, kondisi ekonomi Indonesia tidak akan terganggu oleh kondisi politik. Berkaca dari pengalaman masa pemilu sebelumnya. Selain itu, pemerintah saat ini tetap menjalankan program-program demi mendukung pertumbuhan ekonomi.

JK mengatakan, data-data ekonomi seperti inflasi, penerimaan pajak, dan insentif fiskal tahun lalu, mampu membuat iklim usaha Indonesia tetap menarik karena mampu membuat ekonomi tumbuh 5,15% di tengah tantangan kondisi ekonomi global. Karenanya dia pun masih cukup optimistis pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di kisaran 5%. 

Selain itu, JK menilai sektor bisnis manufaktur menjadi sektor yang penting dan akan menjadi fokus pemerintah ke depannya seiring dengan pertambahan nilai dan dampak ekonomi yang dihasilkan melalui sektor ini. "Meski kita banyak tertinggal dari negara lain, tapi manufaktur dapat memajukan negara ini," katanya.

(Baca: Wapres JK: Satu Tenaga Kerja Asing Ciptakan 100 Lapangan Kerja Lokal)

Pada kesempatan yang sama, pengusaha Chairul Tanjung mengatakan, ketidakpastian ekonomi yang terjadi secara global disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama terkait kondisi geopolitik yang dinamis, seperti konflik antara India dengan Pakistan, termasuk perseturuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sumber ketidakpastian global lainnya berasal dari ketidakpastian ekonomi dengan adanya perang dagang antara AS dengan Tiongkok, hingga aksi tarik-ulur keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Ketidakpastian global juga berasal dari perubahan demografi di mana populasi generasi muda (milenial)  yang melonjak. Hal ini sangat berpengaruh, karena dengan generasi yang baru ini, industri juga sedang dihadapkan oleh disrupsi teknologi yang turut mengubah gaya hidup dan perilaku pasar. 

Dengan berbagai kondisi tersebut, membuat pelaku usaha pun bertanya-tanya hingga pengusaha menahan investasi. "Akibatnya, banyak orang melakukan wait and see, baik investor asing maupun lokal," ujar Chairul Tanjung.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait