Dampak Perang Dagang, Produsen Korea dan Tiongkok Lirik Indonesia

Sejumlah industri di kawasan Asia bahkan telah melirik Indonesia sebagai negara tujuan investasi maupun relokasi pabrik.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
13 Desember 2018, 11:51
Pabrik Konveksi Pan Brothers
Katadata

Perang dagang Tiongkok dengan Amerika Serikat memberi dampak cukup besar terhadap kondisi industri dan perdagangan dunia. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan sejumlah industri di kawasan Asia bahkan telah melirik Indonesia sebagai negara tujuan investasi maupun relokasi pabrik. 

Menurut Airlangga, sejumlah perusahaan asal Tiongkok dan Korea Selatan yang bergerak di industri garmen, tekstil, hingga sepatu dikabarkan siap masuk dan meningkatkan kapasitasnya  di Indonesia.

Konglomerasi asal Korea Selatan yakni Lotte misalnya, yang menurut Airlangga akan menambah investasinya di Indonesia. Kondisi geopolitik Tiongkok dan Korsel membuat Lotte sejak awal tahun ini  berniat menutup waralaba di Tiongkok dan mengalihkan ekspansi ke negara lain. "Dan salah satu yang mereka pilih adalah Indonesia," kata dia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/12).

(Baca: Berkah Perang Dagang, Perakit iPhone akan Pindahkan Pabrik ke Batam)

Sementara Produsen perakit komponen Apple, Pegatron Corporation beberapa waktu lalu juga telah mengumumkan rencana investasinya di  Batam. Dalam realisasi investasinya nanti, Pegatron akan bekerja sama dengan perusahaan lokal yaitu Sat Nusapersada. Perusahaan memperkirakan Indonesia memiliki potensi pertumbuhan pesat dalam empat atau lima tahun mendatang. 

Dari kerja sama itu, diharapkan dapat meningkatkan  penggunaan komponen lokal. Meski awalnya baru memproduksi set top box, tapi ke depan terbuka peluang kerja sama ini akan meningkat menjadi produksi ponsel.

"Sat Nusapersada sekarang memproduksi Xiaomi, dengan kerja sama bisa memproduksi iPhone juga," kata Airlangga.

(Baca: Dampak Perang Dagang, Pabrik Asal Tiongkok Ingin Relokasi ke RI)

Tak hanya itu, pemerintah juga akan insentif libur pajak apabila perusahaan asal Taiwan tersebut telah memenuhi persyaratan. Pemerintah juga berupaya menjaga iklim investasi agar mendorong lebih banyak investor masuk ke Indonesia. 

 "Di Batam  sudah ada industri 4.0, seperti ada Schneider Electric, ada Infineon, itu semua mereka ingin lakukan ekspansi. Kawasan Nongsa akan menjadi Digital Hub. Tentu ini akan kita perbaiki situasi iklim yang kondusif," ujarnya.

 

 

Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait