IDI-Good Doctor Bidik 10 Juta Pemuda Kampanyekan Protokol Kesehatan

Alasan penggunaan TikTok sebagai saluran kampanye dikarenakan aplikasi ini sedang digandrungi anak muda.
Image title
Oleh Ekarina
28 Oktober 2020, 13:49
Gerakan 3M, Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kesehatan, Media Sosial, TikTok, Pandemi Corona, Covid-19, BPS.
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Ilustrasi sejumlah warga mengantre untuk mencuci tangan sebelum memasuki area 'ring road' Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta, Minggu (21/6/2020). IDI dan Good Doctor merilis kampanye edukasi perilaku hidup sehat bagi anak muda Indonesia.

Kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah dan tak tak jarang menulari kelompok muda di Indonesia berusia 17-30 tahun. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama platform kesehatan Good Doctor bekerja sama merilis kampanye #Pesan Pemuda untuk mensosialisasikan protokol kesehatan melalui komunitas dan media sosial. 

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI, Daeng M.Faqih mengatakan, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan belum maksimal. Survei Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sepertiga penduduk saat ini belum mematuhi protokol kesehatan. Sedangkan, separuh dari responden yang disurvei menjawab alasan ketidakpatuhan ini karena tidak adanya sanksi serta mengganggu pekerjaan. 

Oleh karena itu, kampanye #PesanPemuda serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) penting untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta aktif anak muda dalam mencegah penyebaran virus corona. 

Apalagi, anak muda saat ini memiliki mobilitas dan komunitas besar. Kelompok ini  juga dianggap dekat dengan teknologi dan gadget, sehingga sosialisasi lewat gerakkan ini diharapkan bisa semakin masif dan disebarkan ke lingkungan terdekat. 

"Harapannya ada 10 juta yang mensosialisasikan kampanye ini dan mereka bisa meneruskannya ke rekan kerja, keluarga atau masyarakat sekitar. Langkah ini sangat strategis dalam mempercepat penanganan Covid-19," kata Daeng dalam perluncuran kampanye #PesanPemuda, Rabu (28/10). 

Dia menambahkan, untuk memutus rantai penyebaran, ada cara yang dilakukan. Pertama, strategi penaganan melalui 3T, yakni tracking, tracing dan treatment. Upaya ini menempatkan tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan. 

Namun, edukasi publik soal perilaku hidup bersih sehat (PHBS) pun tak kalah penting lantaran menempatkan masyarakat sebagai garda utama pencegahan. PHBS ini terdiri dari enam langkah pencegahan virus, yang di dalamnya juga terkandung pesan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun selama 60 detik, menjaga jarak. 

Sedangkan perilaku lain yang bisa dilakukan untuk menghindari penularan yakni dengan menghindari berjabat tangan dan menghindari kerumunan. 

 

Managing Director Good  Doctor, Danu Wicaksana menjelaskan kampanye dan edukasi PHBS ini akan akan disampaikan melalui media sosial TikTok dan website Good Doctor melalui notifikasi.  

Alasan penggunaan TikTok sebagai saluran kampanye dikarenakan aplikasi ini sedang digandrungi anak muda. Selain itu, sosialisasi hidup bersih juga bakal disampaikan melalui gerakan dance, sehingga menarik diikuti dan disebar ke pengguna lain.

Kampanya ini pun turut menggandeng  sosok dokter inspiratif yang memiliki banyak pengikut (follower) Instagram, Nadia Alaydrus.

"Harapannya pemuda pemudi, nantinya bisa menjadi role model dalam upaya menurunkan laju kasus Covid-19 di Indonesia," kata Danu.

Terkait layanan telemedicine Good Doctor, dia mengungkapkan hingga saat ini terus mengalami kenaikan trafik pengunjung signifikan. Sejak Maret 2020, hingga saat ini trafik platform ini naik 10 kali lipat atau sekitar 1.000%.

"Layanan yang paling banyak diminati yaknu konsultasi. Sampai dengan saat ini , layanan kami didukung oleh lebih 10 ribu mitra dokter umum dan 2.500 dokter spesalis seluruh Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, data Kementerian Kesehatan mencatat jumlah pasien positif Covid-19 bertambah 3.520 orang per 27 Oktober 2020. Total Kasus mencapai 396.454 dengan 322.248 pasien dinyatakan sembuh dan 13.512 orang meninggal dunia.

Sementara itu, pemerintah mencatat orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 169.479 dan pasien dalam pengawasan sebanyak 0 orang. Kasus tertinggi Covid-19 tersebar di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. 

Reporter: Ekarina
Editor: Ekarina

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait