Kadin Dorong Akselerasi Investasi Hijau untuk Pertumbuhan Ekonomi 2026
Kadin Indonesia akan mengakselerasi investasi hijau untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 2026. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan sejumlah sektor mulai dari mineral, pertanian, hingga energi terbarukan, kini menunjukkan penguatan investasi berkelanjutan.
“Transformasi ekonomi hijau bukan lagi opsi, melainkan keharusan. Kami berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi hijau sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026,” ujar Anindya dalam pernyataan resmi, Selasa (18/11).
Ia menyebutkan capaian Kadin dalam satu tahun terakhir untuk memperkuat ekosistem investasi berkelanjutan. Beberapa inisiatif yang dijalankan antara lain pengembangan monet green investment, kerja sama lintas sektor dengan Kadin Internasional, pembentukan Kadin Net Zero Hub, serta penyusunan Indonesia Energy Transition Factbook sebagai panduan bagi pelaku usaha dalam menjalankan transisi energi bersih.
“Kadin akan mendorong penanaman modal yang berorientasi inovasi, efisiensi sumber daya, dan keadilan lingkungan, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan kelestarian,” kata Anindya.
Investasi Hijau Kontributor Utama Pertumbuhan Ekonomi
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi, dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia, Bobby Gafur Umar, menambahkan tahun 2026 ditargetkan menjadi tahun akselerasi investasi hijau sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi.
“Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%, total investasi 2024–2029 harus mencapai sekitar Rp 13.032 triliun. Target investasi 2026 diproyeksikan naik 14% dibandingkan dengan target 2025,” jelas Bobby.
Ia juga menyebutkan, dalam sepuluh tahun mendatang, penambahan kapasitas pembangkit diperkirakan mencapai 69,53 gigawatt, di mana 61% atau 42,3 gigawatt berasal dari energi terbarukan, serta 15% dari sistem penyimpanan energi.
“Ini menunjukkan masa depan energi sangat terkait erat dengan lingkungan hidup. Kadin harus menjadikannya fokus rencana kerja,” ujar Bobby.
Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM RI, Todotua Pasaribu, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung investasi energi hijau meski masih terdapat tantangan biaya produksi.
“Salah satu strategi pemerintah adalah memperkuat program hilirisasi agar kita mandiri dalam material energi hijau. Dengan begitu, harga energi hijau dapat menjadi lebih kompetitif dan rencana investasi dapat berjalan,” ujar Todotua.
Dari perspektif lingkungan, Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Diaz Hendropriyono, menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian LHK dan Kadin.
“Kami menekankan perlunya kolaborasi untuk mendorong industri hijau dan ekonomi hijau. Baik di dunia maupun di Indonesia, kita menghadapi climate funding gap,” katanya.
Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, turut mengajak pelaku usaha untuk mempercepat dekarbonisasi sektor manufaktur. “Kami mengajak seluruh pelaku usaha, terutama yang tergabung dalam Kadin, untuk bekerja sama mewujudkan net zero emission untuk industri pada 2050, lebih cepat dari target nasional 2060,” ujarnya.
