Menteri Jumhur: Pilah Sampah Berhasil, PSEL Hanya Kebagian 15-20% Sampah

Ajeng Dwita Ayuningtyas
16 Juli 2026, 16:08
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (tengah) saat meninjau TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (5/7/2026). Pemerintah telah memerintahkan penghentian TPA open dumping, menggalakkan gerakan pilah sampah hingga proyek pengolahan samp
ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (tengah) saat meninjau TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (5/7/2026). Pemerintah telah memerintahkan penghentian TPA open dumping, menggalakkan gerakan pilah sampah hingga proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL untuk mengatasi krisis sampah.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mewanti-wanti Danantara selaku penanggung jawab program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), agar mewaspadai risiko kekurangan sampah untuk diolah.

Menurut Jumhur, risiko kekurangan bahan baku ini bisa terjadi ketika gerakan pilah sampah sudah berjalan optimal dan mampu menggulirkan sampah ke fasilitas daur ulang, alih-alih dibakar di PSEL. Gerakan pilah sampah tengah dikampanyekan pemerintah, untuk menekan timbulan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA). 

“Kalau gerakan pilah sampah itu sempurna, ya itu (sampah) yang masuk ke PSEL cuma 15-20 persen, enggak sampai 1.000 ton,” kata Jumhur, dalam Waste to Energy Talks 2026 di Jakarta, Kamis (16/7).

Situasi ini nantinya bisa menyulitkan pemerintah daerah. Sebab, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, pemerintah daerah berkewajiban memenuhi kebutuhan sampah 1.000 ton per hari untuk memasok PSEL di daerahnya. 

“Kasihan itu pemda harus bayar denda (bila tak memenuhi input sampah),” ucap Jumhur.

Menanggapi hal ini, Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, akan selalu ada risiko dari setiap proyek. “Selalu ada risiko, harus di-manage saja,” kata dia. 

"Tapi memang itu alhamdulillah Pak Menteri telepon artinya concern-nya sangat ada dan juga sudah identifikasi kemungkinan yang bakal ada," ujar Pandu menambahkan.

Sementara untuk menekan risiko kekurangan input sampah di tiga proyek PSEL tahap pertama, perusahaan pengembang akan dilibatkan di aspek hulu, termasuk perihal pengangkutan sampah. Keterlibatan ini di antaranya dengan investasi untuk menambah truk listrik yang mengangkut sampah menuju fasilitas PSEL. 

PT PLN (Persero) sebagai offtaker utama listrik dari PSEL, diketahui telah berdiskusi dengan para calon mitra pengembang PSEL. Direktur Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar memastikan, berapa pun listrik yang akan diproduksi PSEL, akan sepenuhnya diserap PLN.

Dia memastikan fluktuasi produksi listrik dari PSEL tidak akan menganggu sisitem kelistrikan. “Kami yang mengelola sistem jaringan kelistrikan bisa memberi semacam ruang gerak adanya variasi sampah ini. Worst case kita sudah lihat dan yakinkan bahwa ini bisa tertangani dengan baik,”  ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...