Putra Sulung Habibie Harapkan Sosok Ayahnya Jadi Teladan Indonesia

Habibie bisa menjadi teladan bagi bangsa Indonesia agar tak berhenti belajar, jangan menyerah, dan menjunjung persatuan.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
12 September 2019, 17:43
B.J.Habibie
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
FOTO DOKUMENTASI. Presiden ke-3 RI sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) BJ Habibie tertawa saat pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Tahun 2017 di Istana Kepresidenan Bogor, Jakarta, Jumat (8/12/2017). Habibie wafat pada Rabu (11/9) petang dan dimakamkan pada hari ini di Taman Makan Pahlaman, Jakarta. Putra sulung Habibie, Ilham Akbar Habibie menyebut sosok sang ayah bisa menjadi teladan bagi bangsa Indonesia.

Putra sulung Bacharudin Jusuf Habibie, Ilham Akbar Habibie mengajak masyarakat untuk belajar dari sosok ayahnya. Menurut Ilham, Habibie merupakan seorang guru bangsa yang patut diteladani.

Salah satu hal yang dapat diteladani adalah sikapnya yang tak pernah berhenti belajar. Menurut Ilham, sikap tersebut membuat Habibie selalu menemukan hal baru untuk dipahami.

"Mulai tantangan, masalah, sampai dengan solusinya," kata Ilham saat proses pemakaman Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9).

Ilham juga menilai Habibie sebagai sosok yang tak pernah menyerah. Bahkan di usianya yang sangat lanjut, Habibie tetap bersedia menjadi pembicara di berbagai kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Habibie kerap memberikan nasehat dan masukan yang diperlukan oleh bangsa Indonesia"Namun tentu ada batasnya karena usia," kata dia.

Ilham juga meminta masyarakat belajar dari semangat Habibie yang tak pernah kenal lelah dalam menjaga persatuan. Ini dibuktikan dengan imbauan Habibie kepada keluarganya untuk tetap bersatu saat menjelang wafat.

"Persatuan ini saya kira bisa diterapkan di Indonesia, keluarga Indonesia. Itu penting," ucapnya.

(Baca: Habibie & Ainun, Potret Kisah Cinta Sang Presiden Ketiga)

Habibie juga sosok yang terbuka kepada semua pihak. Dia berupaya merangkul dan tidak membedakan siapapun yang bertemu dengannya.

Menurut Ilham, Habibie selalu memandang positif semua orang. Dia juga berupaya mengelola berbagai hal yang kurang baik dari diri orang lain.

Ilham mengatakan, sikap tersebut tak hanya diterapkan Habibie kepada bangsa Indonesia. "Itu dilihat seluas-luasnya di dunia ini. Bapak punya jejak, punya wasiat di Jerman, Amerika, Inggris, Jepang, China, Perancis, Arab Saudi, Turki, dan banyak lagi," ujarnya.

(Baca: Putra Sulung Habibie: Bapak Meninggalkan Dunia dengan Rasa Cinta)

Untuk diketahui, Habibie dimakamkan hari ini dengan prosesi militer. Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memimpin doa saat proses pemakaman.

Selain Jokowi, prosesi pemakaman Habibie diikuti oleh Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hadir pula istri Presiden ketiga Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid.

Tampak pula Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dan Boediono. Ada juga para menteri Kabinet Kerja yang mengikuti prosesi pemakaman Habibie.

Habibie tutup usia dalam usia 83 tahun pada Rabu petang kemarin, setelah sempat dirawat selama sepekan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Ia mengalami gagal jantung dan fungsi organ tubuh yang melemah karena usia.

(Baca: Jokowi: Selamat Jalan Mr. Crack)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait