Jokowi Minta Ada Skenario Waspadai Virus Corona

Dimas Jarot Bayu
4 Februari 2020, 10:31
jokowi, virus corona
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ilustrasi, Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Jokowi meminta seluruh pihak menyiapkan skenario menghadapi virus corona.

Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak mewaspadai mewabahnya virus corona. Jokowi pun menyebut virus tersebut sebagai bencana nonalam.

Indonesia, lanjutnya, harus memiliki skenario jika virus corona menyebar di Tanah Air. Kepala Negara mengatakan, skenario tersebut harus disusun mulai dari persiapan hingga pengambilan tindakan.

Step-step itu harus kita miliki, karena kalau tidak kita akan tergagap-gagap,” kata Jokowi dalam Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2020 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengapresiasi langkah berbagai kementerian/lembaga yang mengevakuasi 238 WNI dari Wuhan, Tiongkok. Menurutnya, langkah tersebut diambil secara cepat.

(Baca: Jokowi Minta Kebesaran Hati Warga Natuna Jadi Lokasi Karantina WNI)

Dengan demikian, 238 WNI tersebut bisa segera kembali ke Tanah Air. “Hal seperti ini yang saya apresiasi. Kecepatan-kecepatan seperti itu,” kata Jokowi.

Penyebaran virus corona kian hari kian masif. Hingga Selasa (4/2) pagi, total korban meninggal di Tiongkok menyentuh angka 425 orang dengan 414 orang berasal dari Hubei. 

Sedangkan jumlah korban yang positif terinfeksi virus corona di provinsi tersebut mencapai 13.522 orang. Adapun, total korban terinfeksi di seluruh Tiongkok mencapi 20.438 orang.

Hingga saat ini, sebanyak 14 kasus positif virus corona terjadi di 23 negara di luar Tiongkok dengan total 146 kasus. Kendati demikian, belum ada penambahan jumlah negara yang terdeteksi penyakit tersebut.

(Baca: Wabah Virus Corona Bayangi Target 18 Juta Kunjungan Wisman Tahun Ini)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait