SKK Migas Sebut Blok Rokan-Corridor dapat Integrasi dengan Sakakemang

Integrasi dapat dilakukan karena Blok Sakakemang berdekatan dengan Blok Corridor.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
31 Juli 2019, 21:38
SKK Migas, pertamina, blok sakakemang, blok rokan, blok corridor
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi, logo Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). SKK Migas sebut Pertamina bisa mengintegrasikan Blok Corridor, Blok Rokan, dan Blok Sakakemang.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyebut Pertamina bisa mengintegrasikan Blok Corridor - Blok Rokan dengan Blok Sakakemang. Apalagi Blok Sakakemang yang dioperatori oleh Repsol berdekatan dengan Blok Corridor yang akan dioperatori oleh Pertamina mulai 2026.

Selain itu, Blok Corridor dan Blok Sakakemang menghasilkan gas bumi sehingga bisa menggunakan fasilitas bersama. Terlebih lagi fasilitas gas Blok Corridor sudah tersambung dengan jalur ekspor gas ke Singapura.

Begitu juga jika Blok Rokan nantinya menghasilkan gas, maka bisa menggunakan fasilitas bersama tersebut. "Tapi kalau ada gas di Rokan, gasnya bisa diintegrasikan ke sana, jadi bisa menyambung ke market yang tadi," kata Dwi saat ditemui di acara Gas Indonesia, Rabu (31/7).

Seperti diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memperpanjang kontrak kerja sama Blok Corridor mulai dari 2023 hingga 2043 kepada kontraktor eksisting, yakni ConocoPhillips, Repsol, dan Pertamina. Tiga tahun pertama, hak operator akan diserahkan ke ConocoPhilips. Selama 17 tahun berikutnya, Pertamina akan menjadi operator Blok Corridor. 

(Baca: Lifting Migas Rendah, Jonan Minta Pertamina Produksi Migas Lebih Cepat)

Usai keputusan tersebut, Pertamina mengklaim siap menjadi operator Blok Corridor mulai 2026. Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan perusahaan segera mempersiapkan berbagai strategi dan langkah untuk menjadi operator blok tersebut hingga kontrak selesai pada tahun 2043.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah mengintegrasikan Blok Corridor dengan blok migas dan kilang yang dioperasikan oleh Pertamina. “Kami optimistis mengelola blok ini karena sangat strategis dan akan terintegrasi dengan Blok Rokan yang dikelola Pertamina pada 2021 dan Kilang Dumai di Riau,” kata Fajriyah berdasarkan keterangan tertulis, Senin (29/7).

Selain itu, pemerintah juga memberikan kenaikan hak partisipasi atau participating interest (PI) sebesar 30% kepada Pertamina di Blok Corridor. Sebelumnya 2023, hak partisipasi Pertamina hanya sebesar 10%.

“Peningkatan hak partisipasi bagi Pertamina merupakan hal positif. Kami percaya Pemerintah telah melakukan pertimbangan yang mendalam yang baik bagi semua pihak,” ujar Fajriyah.

(Baca: SKK Migas Persoalkan Realisasi Lifting Rendah Akibat Investasi Lambat)

 

Video Pilihan

Artikel Terkait