Setuju dengan AS, Inggris Kritik Tiongkok Terkait Investigasi Covid-19

Sebelumnya, AS mengkritik Tiongkok yang tidak mau menyerahkan data mentah terkait pasien Covid-19 di Wuhan kepada tim investigasi WHO.
Image title
15 Februari 2021, 13:13
inggris, amerika serikat, as, tiongkok, who, investigasi, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter/HP/dj
Thomas Peter Peter Daszak dan Thea Fischer, anggota satuan tugas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal mula virus corona (COVID-19), berada di dalam mobil saat tiba di Institut Ilmu Pengetahuan Virus di Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok, Rabu (3/2/2021). Sejumlah negara mengkritik Tiongkok karena tidak memberikan akses penuh terhadap data-data awal kasus Covid-19 di Wuhan.

Sejumlah negara mengkritik keterbukaan informasi Tiongkok terkait data awal kasus Covid-19. Hal itu menyebabkan penyelidikan tim WHO terkait asal usul pandemi corona dinilai tak maksimal.

Kritik datang dari Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab yang menyatakan keprihatinan terhadap akses yang diberikan tim investigasi WHO di Tiongkok. Oleh karena itu, dia meminta Tiongkok memberikan akses penuh terhadap semua data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan terkait awal mula pandemi corona

"Saya pikir yang ingin didengar banyak orang, (mereka) mendapatkan semua data yang diperlukan sehingga bisa memperoleh jawaban terkait virus corona," ujar Raab dilansir dari Reuters pada Senin (15/2).  

Hal itu menggemakan kritikan disampaikan oleh Amerika Serikat. Gedung Putih pada Sabtu (13/2) meminta Tiongkok menyediakan data terkait kasus awal wabah virus corona di Wuhan. Pihaknya pun menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang laporan terkait Covid-19 yang disampaikan oleh WHO.

Kritik tersebut berawal dari pernyataan salah satu anggota tim WHO, Dominic Dwyer, bahwa Tiongkok telah menolak semua data yang diminta tim tersebut.  Namun, dalam wawancara dengan BBC, seorang anggota delegasi WHO untuk Tiongkok mengatakan bahwa tim telah melihat banyak informasi dan membahas analisis kasus pertama.

Meskipun Tiongkok belum memberikan semua data mentah kepada mereka. "Tidak biasa bagi mereka untuk menyerahkan data mentah, tetapi kami melihat banyak informasi secara rinci dalam diskusi dengan mitra Tiongkok,” kata John Watson, seorang ahli epidemiologi yang melakukan perjalanan ke negara tersebut sebagai bagian dari tim WHO.

Adapun hasil investigasi sementara menyimpulkan bahwa virus corona muncul di resevoir kelelawar tapi ditularkan oleh mamalia lain ke manusia. Investigas tim WHO juga menunjukkan bahwa tidak ada kebocoran laboratorium yang menyebabkan pandemi corona.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait