Kominfo: Nomor Ponsel & E-mail Pengguna Tokopedia Kemungkinan Dibobol

Kominfo menyebut data-data keuangan dan akun pelanggan Tokopedia aman. Namun, sebagian data pribadi telah diretas.
Image title
4 Mei 2020, 16:19
tokopedia, kominfo, kementerian komunikasi dan informatika, badan siber dan sandi negara
tokopedia
Ilustrasi, platform Tokopedia. Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan sebagian informasi terkait pengguna Tokopedia telah dibobol oleh peretas.

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyelidiki informasi kebocoran data pengguna Tokopedia. Kominfo menyatakan sebagian informasi pengguna e-commerce itu kemungkinan sudah diretas.

Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan pihaknya telah mengevaluasi sistem keamanan Tokopedia bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Hasilnya, security system milik Tokopedia belum bisa diterobos.

Namun, data pribadi milik pengguna seperti nama, nomor ponsel, dan e-mail kemungkinan sudah dibobol.  "Data-data keuangan dan akun pelanggan aman. Walupun, sebagian data barangkali sudah dimasuki peretas," kata Johnny dalam video conference pada Senin (4/5).

Ia pun meminta Tokopedia mengevaluasi secara mendalam sistem keamanannya. Di sisi lain, dia meminta masyarakat mengubah kata sandi akun Tokopedia. 

Advertisement

Ke depan, Kominfo akan mengumumkan hasil penyelidikan secara menyeluruh setelah evaluasi bersama dengan BSSN dan Tokopedia. 

(Baca: Tokopedia Dikabarkan Dibobol, Warganet Malah Soroti Keamanan Bukalapak)

(Baca: Ada Upaya Peretasan Akun, Tokopedia Klaim Data Pengguna Aman)

Tokopedia sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memiliki kewajiban memenuhi Standar Pelindungan Data Pribadi. Hal ini dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelengaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE), serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik. 

Sebelumnya beredar kabar bahwa data pengguna Tokopedia diretas dan dijual melalui situs gelap (darkweb) seharga US$ 5.000 atau sekitar Rp 73,4 juta (kurs Rp 14.600 per US$). Adapun data yang dijual berupa 91 juta catatan (records) Tokopedia yang sudah diretas.

Kabar tersebut diungkap dan disebar akun Twitter @underthebreach pada Sabtu (2/5) . Akun itu juga menyertakan tangkapan layar tentang penjualan data oleh peretas.

(Baca: Warganet Ramai Cek Akun Tokopedia Dibobol, Amankah?)

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait