Punya Modal Rp 5,53 T, BTPN Syariah Resmi Naik Kelas Jadi BUKU III

Modal inti BTPN Syariah sejak akhir tahun lalu telah mencapai Rp 5,13 triliun.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
14 Juli 2020, 11:05
btpn, btps, syariah, perbankan, keuangan
Arief Kamaludin|Katadata
ilustrasi, logo BTPN. BTPN Syariah secara resmi tercatat sebagai bank umum kegiatan usaha (BUKU) III pada 7 Juli 2020.

PT Bank BTPN Syariah Tbk atau BTPS resmi naik kelas ke bank umum kegiatan usaha (BUKU) III. Artinya, anak usaha PT Bank BTPN Tbk ini memiliki modal inti (tier 1) minimal Rp 5 triliun sampai dengan Rp 30 triliun.

Kenaikan kelas itu disampaikan perusahaan melalui surat keterbukaan informasi yang ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan BTPN Syariah Arief Ismail. "BTPN Syariah resmi menjadi Bank Kelompok BUKU III berdasarkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan nomor S-144/PB.34/2020 tanggal 7 Juli 2020," ujar Syarif dalam keterbukaan informasi pada Selasa (14/7).

Berdasarkan laporan keuangan BTPN Syariah,  modal inti perusahaan pada akhir tahun lalu sudah tembus Rp 5,13 triliun. Kemudian, pada triwulan pertama 2020, modal inti perusahaan naik menjadi Rp 5,53 triliun.

Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan perusahaan mencapai Rp 9,7 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini. Artinya, DPK BTPN Syariah mampu tumbuh 23,8% dari periode sebelumnya Rp 7,8 triliun.

(Baca: Tanpa Suntikan Modal, BTPN Yakin Jadi Bank BUKU IV Tahun 2023)

Penyaluran pembiayaan pun tumbuh 22,1% menjadi Rp 9,2 triliun pada triwulan pertama 2020, dibanding periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 7,5 triliun. Rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/ NPF) tetap terjaga sebesar 1,4% dan Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) masih di posisi 42,4%.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, BTPN Syariah telah melaksanakan pembatasan operasional sebagian di kantor pusat dan seluruh jaringan kantor wilayahnya. Manajemen BTPN Syariah juga membatasi waktu operasional dan mengordinasi kerja karyawan dalam dua bagian yaitu split operation ataupun work from home.

Kegiatan operasional yang dibatasi tersebut berpengaruh terhadap pendapatan perseroan sekitar 25%-50%. Sehingga, manajemen memperkirakan ada penurunan pendapatan sekitar 25% pada periode 31 Maret sampai 30 April 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski begitu, manajemen tetap optimistis bahwa laba bersih BTPN Syariah tetap tumbuh tahun ini. Manajemen memprediksi laba bersih pada periode 31 Maret sampai 30 April naik 25% hingga 50% secara tahunan.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Video Pilihan

Artikel Terkait