Saham Perbankan Meroket Usai Libur Lebaran, BTN Paling Tinggi

Image title
8 Juni 2020, 15:06
Ilustrasi, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejak dibuka kembali usai libur Lebaran, IHSG berada dalam tren penguatan ditopang oleh saham-saham sektor perbankan.
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Ilustrasi, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejak dibuka kembali usai libur Lebaran, IHSG berada dalam tren penguatan ditopang oleh saham-saham sektor perbankan.

Pasar modal dalam negeri sedang dalam tren penguatan sejak perdagangan dibuka kembali usai libur lebaran, pada 26 Mei 2020. Sejak saat itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 11,6% hingga sesi pertama Senin (8/6) di level 5.073,98.

Naiknya indeks salah satunya ditopang saham-saham yang tergabung dalam sektor keuangan. Pada periode tersebut, sektor ini sudah naik 20,87%, dengan ditopang saham perbankan, khususnya bank berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Secara persentase, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) telah meroket 51,95% sepanjang periode itu menjadi Rp 1.170 per saham. Diikuti oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang meroket hingga 33,47% menjadi Rp 3.310 per saham.

Saham bank pelat merah lainnya yang menguat adalah, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang naik hingga 30,28% menjadi 4.690 per saham. Terakhir, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga menguat hingga 27,76% menjadi Rp 5.200 per saham.

Bank swasta pun tidak mau kalah, contohnya saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Pada periode yang sama, saham BNGA menguat 27,76% menyentuh Rp 790 per saham. Begitu pula dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menguat 22,98% menjadi Rp 29.300 per saham.

Saham-saham perbankan juga diminati oleh investor asing, yang akhir-akhir ini mulai kembali ke pasar modal dalam negeri. Seperti saham BBCA, yang dalam sepekan terakhir diborong asing dengan nilai bersih Rp 1,8 triliun. Lalu, saham BBRI juga diborong investor asing dengan nilai bersih Rp 972 miliar.

(Baca: Kenaikan Harga Saham Bank Berlanjut, IHSG Sesi I Ditutup Melonjak 2,5%)

Transaksi jumbo pun sempat dicatatkan pada perdagangan 20 Mei 2020 terhadap PT Bank Permata Tbk (BNLI) senilai Rp 33,3 triliun di pasar non-reguler. Transaksi tersebut sehubungan dengan akuisisi mayoritas saham bank itu oleh Bangkok Bank.

Melesatnya saham-saham di sektor perbankan dinilai Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan AJi Gusta Utama, sejalan dengan pemulihan ekonomi yang tengah direncanakan oleh pemerintah.

"Karena pemulihan ekonomi berarti peluang terjadinya pertumbuhan kredit tetap ada," kata Nafan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejak awal tahun hingga April 2020, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan tumbuh sejalan dengan perlambatan ekonomi. Terlihat dari kredit perbankan yang tumbuh sebesar 5,73% secara tahunan. Padahal tahun lalu, kredit perbankan periode Januari-April 2019 bisa tumbuh hingga 11,05%.

Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 8,08% secara tahunan. Rasio non performing loan NPL gross tercatat sebesar 2,89%, dimana NPL net bank umum konvensional (BUK) sebesar 1,09%.

(Baca: IHSG Diprediksi Tembus Level 5.000, Berikut Saham Rekomendasi Analis)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...