Tarif Baru Trump Guncang Pasar: Bursa Saham Jatuh, Emas Jadi Pelarian

Martha Ruth Thertina
31 Maret 2025, 17:11
Petugas menata emas batangan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Antam Setiabudi, Jakarta, Jumat (12/7/2024). Harga emas dunia terus mencetak level tertinggi sepanjang masa.
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Petugas menata emas batangan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Antam Setiabudi, Jakarta, Jumat (12/7/2024). Harga emas dunia terus mencetak level tertinggi sepanjang masa.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa saham global berguguran sementara harga emas dunia melojak saat Indonesia memasuki libur Lebaran. Ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kebijakan tarif impor baru yang diumumkan minggu ini bakal berlaku untuk semua negara, bukan hanya negara-negara dimana Amerika membukukan defisit dagang besar.

Investor bursa saham "melarikan dananya" ke emas dan surat utang AS atau US Treasury. Nasdaq terkoreksi hampir 3 persen pada perdagangan Jumat, 28 Maret. Berbagai indeks bursa Eropa antara lain Euro Stoxx 50 dan Dax terkoreksi sekitar 1,2 persen.

Pada Senin, 30 Maret, giliran indeks di bursa saham Asia yang berguguran, dengan indeks di bursa saham Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan terjun bebas. Nikkei 225 dan Topix Index (Tokyo) ditutup terkoreksi masing-masing 4,05 persen dan 3,57 persen, Indeks Kospi terkoreksi 3 persen, dan Taiwan Taiex Indeks terkoreksi 4,2 persen.

Di sisi lain, harga emas dunia terus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, saat ini di atas US$ 3.100 per troy ounce. Saat berita ini ditulis, emas di bursa Comex diperdagangkan di harga US$ 3.148 per troy ounce, naik hampir 18 persen dari harga pada awal tahun ini.

Trump mengungkapkan rencana penerapan tarif untuk semua negara pada Jumat, 28 Maret. "Kami akan mulai dengan semua negara," kata dia kepada wartawan dalam pertemuan di Pesawat Kepresidenan Air Force One, seperti dikutip BBC. Tarif baru ini akan menambah tinggi tarif impor terutama dari Cina. Sebab, tarif baru bakal menambah tarif yang duluan berlaku. Amerika telah menambah total 20 persen tarif atas seluruh barang impor Cina pada kuartal pertama tahun ini.

Sebelumnya, Penasihat Ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengatakan kepada Fox Business bahwa tarif akan berfokus pada 10 sampai 15 negara dimana Amerika membukukan defisit dagang besar, tanpa menyebut nama negara. Berdasarkan data Biro Sensus Amerika, neraca perdagangan barang sudah lima puluh tahun mengalami defisit dagang atau sejak 1975. Pada 2024, defisit mencapai US$ 1,2 triliun.

Katadata mencatat Amerika mengalami defisit dagang antara belasan hingga ratusan miliar dolar dengan 18 negara, sepuluh terbesar yaitu Cina, Meksiko, Vietnam, Irlandia, Jerman, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Kanada, dan India. Amerika juga mencatatkan defisit dagang dengan Indonesia, namun nilainya jauh di bawah negara-negara tersebut.

Trump melihat tarif sebagai cara untuk melindungi ekonomi dari kompetisi yang tidak adil, mendongkrak investasi dalam negeri dan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan daya saing perusahaan Amerika di negara lain karena akan memicu renegosiasi perjanjian dagang. Intinya, membangkitkan ekonomi domestik Amerika dalam jangka menengah panjang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...