Pemerintah Akan Beri Insentif untuk Mobil Hybrid, Ini Bocorannya

 Zahwa Madjid
20 Februari 2024, 12:51
Insentif
ANTARA FOTO/REUTERS/Flavio Lo Scalz
Mobil hybrid ringan New Fiat Panda dan Fiat 500 diperlihatkan di acara Fiat Chrysler yang diadakan untuk memperlihatkan model hybrid pertama di Bologna, Italia, Selasa (4/2/2020).
Button AI Summarize

Pemerintah tengah mengkaji pemberian insentif mobil listrik berteknologi hybrid. Pasalnya, saat ini penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia memang masih didominasi oleh mobil dengan teknologi hybrid.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membeberkan skema insentif tersebut. Ia mengatakan, insentif yang akan diberikan berupa pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP).

“Nanti kami akan bahas dengan kementerian teknis, kami sedang kaji,” ujar Airlangga kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/2).

Rencananya, besaran PPN DTP untuk mobil hybrid akan sama dengan besaran insentif yang diberikan untuk mobil listrik.

Insentif untuk Mobil Listrik

Pemerintah diketahui akan memberikan PPN sebesar 10% untuk pembelian mobil listrik mulai 1 April 2023. Dengan demikian, pembelian mobil listrik dan bus listrik hanya terkena pajak sebesar 1 %.

Adapun insentif PPN terhadap pembelian kendaraan listrik roda empat dan bus telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38 Tahun 2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023.

Halaman:
Reporter: Zahwa Madjid
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...