Perputaran Uang Selama Pemilu Tembus Rp 67,14 Triliun

 Zahwa Madjid
Oleh Zahwa Madjid - Ferrika Lukmana Sari
22 Februari 2024, 10:36
Pemilu
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.
Capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kedua kiri), Capres-Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto (ketiga kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan), serta Capres-Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo (kedua kanan) dan Mahfud MD (kanan) berfoto usai debat kelima Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). Debat kali ini bertemakan kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenaga
Button AI Summarize

Perputaran uang masyarakat dari awal Februari hingga Pemilu 2024 mencapai puluhan triliun rupiah. Bank Indonesia (BI) mencatatkan perputaran uang dari 1 sampai 14 Februari 2024 mencapai Rp 67,14 triliun.

Namun menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P Joewono, nilai perputaran uang tersebut justru masih di bawah target Bank Indonesia.

“Proyeksinya lebih rendah dari realisasinya jadi kita perkirakan sekitar Rp 68 triliun tapi realisasinya Rp 67,14 triliun,” ujar Doni di Jakarta, Rabu (21/2). 

Padahal, Bank Indonesia telah mengantisipasi lonjakan uang beredar saat Pemilu 2024 dengan berbagai langkah. Namun perputaran itu tidak sesuai target yang diharapkan.

"Saat periode pemilu 1-14 Februari mestinya naik, tapi proyeksinya lebih rendah dari realisasinya,” ujarnya.

BI Tetap Netral dalam Pemilu 

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menang telak dalam Pilpres 2024 berdasarkan hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memastikan, bahwa bank sentral akan tetap independen di tengah pesta demokrasi Indonesia.

“BI independen dari pemerintah. Mandat kami jelas sesuai UU menjaga stabilitas, stabilitas rupiah, stabilitas sistem keuangan melalui kebijakan moneter dan sistem pembayaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Perry.

Siapkan Uang Tunai Jelang Puasa dan Lebaran

Di sisi lain, Bank Indonesia juga tengah menyiapkan persedian uang tunai sebesar  Rp 197,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang tunai pada momen ramadan dan lebaran tahun ini.

Doni menjelaskan, jumlah uang tunai yang disiapkan mengalami kenaikan sebesar 4,65% jika dibanding tahun sebelumnya Rp 189 triliun. Jumlah tersebut disiapkan dengan perkiraan transaksi tunai dan nontunai.

“Tentu ini sudah memperhitungkan berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan akseptasi digital. Artinya, persentasinya sudah kita pertimbangkan dengan nontunai,” ujar Doni.

Tak hanya itu, Bank Indonesia juga akan menambah 449 titik dari 4.674 titik yang disiapkan tahun lalu.

“Cukup masif tahun ini dan kita juga mau tambah 449 titik yang terhubung dengan transportasi. Jadi di jalan tol, segala macam kita perbanyak, yang memungkinkan orang sambil mudik di rest area pelabuhan, stasiun dan bandara [bisa dapat uang tunai],” ujarnya.

Reporter: Zahwa Madjid

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...