Serikat Pekerja Bantah Adanya Pelecehan Seksual di Garuda Indonesia

Serikat pekerja Garuda Indonesia juga membantah
Redaksi
Oleh Redaksi
12 Desember 2019, 22:35
serikat pekerja, garuda indonesia, pelecehan seksual
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Serikat pekerja Garuda Indonesia membantah berbagai kabar buruk yang menyelimuti perusahaan beberapa waktu terakhir salah satunya kabar pelecehan seksual terhadap karyawan perempuan oleh direksi.

Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) membantah telah terjadi pelecehan seksual terhadap awak kabin Garuda Indonesia seperti yang dilontarkan oleh akun Twitter anonim @digeeembok.

Ketua Harian Sekarga Tomy Tampatty mengatakan bahwa tuduhan pelecehan tersebut tidak pernah terjadi karena ada Standar Operasional Prosedur terkait perlakuan kepada awak kabin.

“Kami tegaskan bahwa hal itu tidak pernah terjadi. Kalau pun ada, awak kabin punya ruang untuk melapor baik di internal maupun eksternal,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/12).

Sekarga dan dua serikat pekerja Garuda Indonesia lainnya yakni Ikatan Awak Kabin Garuda (IKAGI) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG), pun sepakat untuk fokus dalam menjalani operasional dan layanan perusahaan, serta mengacuhkan berita miring.

(Baca: Erick Thohir Bakal Pecat Pejabat Garuda yang Lakukan Pelecehan Seksual)

Ketiga serikat pekerja Garuda ini juga menyatakan tunduk terhadap keputusan pemerintah terkait penunjukkan jajaran direksi perusahaan yang baru setelah lima direksinya diberhentikan oleh dewan komisaris karena diduga terkait kasus penyelundupan barang mewah.

“Sekber (sekretariat bersama) dan seluruh Karyawan Garuda Indonesia tetap berkomitmen akan memberikan layanan terbaik dan menjaga operasional dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan,” tegas perwakilan tiga serikat pekerja Garuda.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG), Kapten Bintang Hardiono juga membantah kabar yang menyebutkan awak kabin Garuda bekerja melebihi jumlah jam kerja maksimal dan tidak diberikan penginapan dalam penerbangan pergi-pulang (PP).

“Kami selalu memberi jam terbang kepada pilot dan awak kabin sesuai dengan ketentuannya, maksimal 14 jam sehari,” tegasnya.

(Baca: Garuda Hapus Kebijakan Pramugari Terbang PP untuk Rute Luar Negeri)

Reporter: Redaksi

Video Pilihan

Artikel Terkait