Tiga Pekan Insentif PPnBM 0%, Penjualan Mobil Daihatsu Naik 161%

Lonjakan penjualan tidak hanya terjadi pada mobil yang mendapatkan insentif PPnBM 0% tetapi juga jenis mobil yang tidak mendapatkan insentif.
Image title
Oleh Cahya Puteri Abdi Rabbi
19 Maret 2021, 10:57
penjualan mobil daihatsu, ppnbm, insentif pajak, pajak mobil, ppnbm 0
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Pekerja membersihkan lantai di Tunas Daihatsu, Tebet, Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Memasuki pekan ketiga berlakunya relaksasi pajak pembelian atas barang mewah (PPnBM) 0%, Astra Daihatsu Motor mencatatkan lonjakan penjualan mobil yang sangat signifikan.

Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & CR Division Head Astra Daihatsu menyampaikan total surat pemesanan kendaraan (SPK) Daihatsu pada bulan Maret 2021 dibandingkan dengan bulan Februari untuk model yang terdampak relaksasi PPnBM naik hingga 233%.

Kenaikan paling besar pada pemesanan Terios sebesar 253%, kemudian Xenia naik 220%, Luxio 197% dan Gran Max MB 194%. “Artinya memang dengan adanya PPnBM 0% di bulan Maret ini perbandingan dengan periode lalu meningkat,” kata Hendrayadi melalui konferensi pers virtual, Kamis (18/3).

Peningkatan juga dialami oleh model-model yang tidak terdampak relaksasi PPnBM yaitu Ayla 143%, Sigra 139%, Gran Max PU naik 126%, Gran Max BV 116% dan Sirion 115%

“Jadi di luar yang terdampak relaksasi PPnBM pun terjadi peningkatan pemesanan sebesar 133%, sehingga secara total Daihatsu naik 161% untuk seluruh model baik yang terdampak relaksasi PPnBM maupun yang tidak terdampak,” kata Hendrayadi.

Dia pun berharap tren positif untuk otomotif Indonesia ini masih terus belanjut. Pasalnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan bahwa penjualan mobil pada Februari 2021 turun sekitar 7% dibandingkan penjualan bulan sebelumnya.

Hal ini lantaran pengumuman kebijakan insentif PPnBM untuk pembelian mobil baru oleh pemerintah pada pertengahan Februari yang berlaku mulai 1 Maret 2021. “Jadi konsumen itu wait and see, mereka maunya main aman supaya bisa menikmati relaksasi tersebut,” kata Hendrayadi.

Ia menjelaskan dibandingkan dengan bulan Januari, market pada bulan Februari biasanya memang turun karena jumlah hari kerja lebih sedikit dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

“Tapi biasanya penurunan itu 3 sampai 5% saja. Kalau Februari kemarin itu karena ada dua faktor ya, selain jumlah hari kerja yang sedikit, ditambah pengumuman insentif yang implementasinya pada Maret. Jadi customer menunda pemesanan kendaraannya,” ungkap Hendrayadi.

Meski demikian, Daihatsu, merupakan satu dari dua merek kendaraan yang berhasil membukukan penjualan yang positif pada Februari. Menurut data Gaikindo penjualan mobil Daihatsu pada Februari naik menjadi 9.412 unti dari 8.993 unit pada Januari. Simak databoks berikut:

Satu merek mobil lainnya yang mencatatkan kenaikan penjualan bulanan yaitu Isuzu yakni naik menjadi 1.873 unit dari sebelumnya 1.756 unit. Adapun gelar penguasa pasar masih dipegang oleh Toyota meskipun penjualannya turun menjadi 15.238 unit dari sebelumnya 16.047 unit.

Sementara Mitsubishi dan Suzuki mencatatkan penurunan penjualan yang cukup besar. Mitsubishi turun dari 9.108 unit menjadi 7.567 unit, sedangkan Suzuki turun dari 6.400 unit menjadi 4.600 unit.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Video Pilihan

Artikel Terkait