PNBP Hasil Penjualan BBM dan Gas Tahun ini Rp 1,25 T, 123% dari Target

Setoran PNBP dari sektor hilir migas, yakni dari penjualan BBM dan gas, tahun ini telah mencapai 123% dari target sebesar Rp 1,02 triliun.
Muhamad Fajar Riyandanu
8 Desember 2022, 20:03
setoran pnbp migas, sektor hilir, bph migas, pnbp
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Pengendara kendaraan roda dua mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (31/8/2022).

BPH Migas melaporkan realisasi setoran penerimaan negara bukan pajak atau PNBP di sektor hilir migas mencapai Rp 1,25 triliun. Angka tersebut terdiri dari setoran BBM Rp 1,028 triliun dan gas bumi Rp 224,5 miliar.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan bahwa setoran PNBP ini lebih tinggi 123% dari target tahunan sebesar Rp 1,018 triliun.

"PNBP BPH Migas di 2022 sampai saat ini telah mencapai 123,02% atau Rp 1,25 triliun dari target sebesar Rp 1,018 triliun," kata Erika saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII pada Kamis (8/12).

Dalam paparannya, Erika juga menyampaikan realisasi penjualan BBM non-subsidi atau JBU Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dex Series mengalami penurunan karena peralihan bensin dengan nilai oktan (RON) 90 atau Pertalite menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) sejak Juni 2021 lalu.

“Penurunan volume penjualan ini disebabkan adanya peralihan Pertalite yang sebelumnya adalah JBU menjadi JBKP mulai Juni 2021,” ujar Erika.

Erika menjelaskan, realisasi penjualan JBU pada tahun 2021 mencapai 44,36 juta KL. Angka ini merosot menjadi 23,058 juta KL dalam kurun periode Januari-September 2022. Adapun rincian realisasi penjualan JBU yang terbesar adalah minyak solar sebesar 13,61 juta KL, kemudian bensin 4,87 juta KL, dan Avtur 2,34 juta KL.

Lebih lanjut, total volume penjualan JBU khusus BBM dari enam badan usaha mencapai di angka 19,17 juta kiloliter sepanjang Januari hingga September 2022. Erika menjabarkan, PT Pertamina Patra Niaga menjadi penyalur terbesar dengan penjualan 17,04 juta KL.

Setelah Pertamina yaitu PT AKR Corporindo sebesar 1,24 juta KL, ExxonMobil 719.095 KL, PT Shell Indonesia 127.382 KL, PT Aneka Petroindo Raya 14.403 KL dan PT Vivo Energi Indonesia sejumlah 26.379 KL.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait