Hindari Blackout, Inggris akan Bayar Warganya agar Hemat Listrik

Musim dingin membuat permintaan listrik di sejumlah negara Inggris Raya meningkat. Dengan pasokan yang terbatas kawasan tersebut terancam blackout atau pemadaman massal.
Happy Fajrian
24 Januari 2023, 16:17
blackout, inggris, listrik
Freepik
Ilustrasi, Gedung Parlemen Kerajaan Inggris.

Sekitar satu juta rumah tangga pelanggan listrik di Inggris, Skotlandia, dan Wales akan dibayar jika dapat melakukan penghematan konsumsi listrik. Ini merupakan skema yang disiapkan National Grid di Inggris Raya untuk menghindari blackout atau pemadaman listrik massal.

National Grid Inggris menyatakan bahwa Demand Flexibility Service, atau skema yang menawarkan diskon kepada pelanggan yang dapat melakukan penghematan listrik, telah dimulai pada Senin (23/1), pukul 17.00-18.00 waktu setempat dan akan dijalankan kembali hari ini pukul 16.30-18.00.

Musim dingin telah menyebabkan penggunaan energi meningkat karenasemakin banyak orang yang menyalakan pemanas. Selain menawarkan diskon pelanggan, National Grid Inggris juga mensiagakan tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara untuk mengantisipasi jika pasokan listrik hampir habis.

National Grid Inggris menyatakan bahwa penghematan yang didapatkan pelanggan melalui program ini bisa mencapai £ 20 atau sekitar Rp 370.000, tergantung besaran penghematan listrik yang dilakukan. Namun skema tersebut hanya tersedia untuk rumah dengan meteran pintar.

Menurut operator sistem kelistrikan National Grid, lebih dari satu juta rumah tangga dan bisnis kini telah mendaftar untuk ambil bagian dalam skema yang dijadwalkan akan berjalan hingga Maret 2023. Awalnya ada keraguan bahwa skema ini tidak akan cukup menarik minat pelanggan karena tingkat diskon yang ditawarkan dianggap terlalu kecil.

Namun kepala kontrol nasional di National Grid ESO, Craig Dyke, mengatakan bahwa selama sembilan pengujian sejauh ini, konsumen telah menghemat lebih banyak energi daripada perkiraan. “Bagi kami, itu bukti bahwa konsumen tertarik," katanya seperti dikutip BBC, Selasa (24/1).

Pada Minggu (22/1), National Grid Inggris memerintahkan tiga pembangkit listrik batu bara Inggris untuk mulai melakukan pemanasan jika diperlukan untuk menghasilkan listrik pada hari Senin.

Operator pembangkit listrik Drax diminta menyiapkan dua unit berbahan bakar batu bara dan EDF sedang melakukan pemanasan di pabrik West Burton.

Jaringan Nasional - yang sekarang menghentikan pembangkit - mengatakan "orang tidak perlu khawatir" dengan pemindahan tersebut dan pasokan listrik tidak berisiko habis.

Sebelumnya permintaan serupa untuk pemanasan pembangkit batu bara dilakukan pada Desember tahun lalu, meski saat itu tidak digunakan.

Musim panas lalu, pemerintah Inggris meminta Drax untuk memperpanjang umur generator berbahan bakar batu bara karena kekhawatiran atas keamanan pasokan energi setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Pembangkit listrik batu bara milik Drax akan ditutup pada bulan September, tetapi perusahaan setuju untuk tetap beroperasi hingga Maret 2023.

Bos National Grid, John Pettigrew, mengatakan kepada BBC tahun lalu bahwa pemadaman listrik akan menjadi pilihan terakhir musim dingin ini jika pasokan energi menipis. Dia menambahkan bahwa asumsi " dasar" National Grid adalah Inggris akan memiliki cukup pasokan untuk memenuhi permintaan pemanas dan penerangan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait