Bernilai Rp 7.980 Triliun, Alibaba Perusahaan Paling Berharga di Asia

Alibaba mengungguli Tencent Holding yang nilai kapitalisasi pasarnya tahun ini hanya naik 20%.
Image title
27 Desember 2019, 11:38
alibaba, perusahaan paling berharga asia,
ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song
Alibaba mengukuhkan diri sebagai perusahaan paling berharga di Asia dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai US$ 570 miliar.

Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Alibaba Group Holding Limited mencatatkan diri sebagai perusahaan paling berharga di Asia tahun ini. Nilai pasar perusahaan yang terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE) ini tercatat mencapai US$ 570 miliar atau setara Rp 7.980 triliun.

Dilansir Asian Nikkei Review, sejak listing pada 2014 Alibaba mencatatkan pertumbuhan secara signifikan. Perkembangan siklus teknologi dan dukungan investor menjadi faktor-faktor yang menggerakkan kapitalisasi pasar raksasa teknologi tersebut.

Secara global, nilai kapitalisasi pasar Alibaba yang terdaftar di NYSE pada 20 Desember 2014 ada pada peringkat ketujuh. Posisi Alibaba berada satu tingkat di bawah Facebook dengan nilai kapitalisasi pasar US$ 588 miliar dan dua tingkat di bawah Amazon dengan nilai kapitalisasi pasar US$ 886 miliar. 

Nilai kapitalisasi pasar Alibaba tahun ini tercatat tumbuh hingga 60% dibanding tahun lalu. Pertumbuhan nilai pasar Alibaba jauh di atas Amazon yang hanya tumbuh 20% dan Google Alphabet yang tumbuh 29%.

Advertisement

(Baca: Pencatatan Perdana di Bursa Hong Kong, Harga Saham Alibaba Naik 7,7%)

"Ritel online atau e-commerce penghasil pendapatan terbesar Alibaba sejauh ini tidak terlalu rentan terhadap pergolakan perdagangan baru-baru ini, tidak seperti perangkat keras, logistik dan sektor lainnya," kata analis EqualOcean yang berbasis di Beijing, Ivan Platonov, seperti dilansir Asian Nikkei Review pada Kamis (26/12).

Dari data per Juni 2019, Alibaba mencatatkan pendapatan 114,92 miliar yuan atau US$ 16,74 miliar (sekitar Rp 237,7 triliun). Penyumbang terbesar pendapatan Alibaba tersebut ada di lini bisnis e-commerce yang mencapai 99,5 miliar yuan atau US$ 14,5 miliar.

Kontributor terbesar kedua yaitu komputasi awan (cloud computing) yang mencapai 7,8 miliar yuan atau US$ 1,1 miliar. Lalu, dari media digital dan hiburan mencapai 6,3 miliar yuan atau US$ 920 juta.

Pengguna aktif tahunan Alibaba mencapai 674 juta, atau meningkat 20 juta selama setahun terakhir. Pengguna aktif aplikasi mobile bulanannya (Mobile Active User/MAU) juga mencapai 755 juta, atau naik 35 juta pengguna.

(Baca: Pengguna Capai 785 Juta, Pendapatan Alibaba Tembus Rp 233,1 Triliun)

Adapun pada 2018 Alibaba masih bertengger pada peringkat ke delapan perusahaan terbesar di dunia yang terdaftar di NYSE. Sedangkan perusahaan teknologi asal Tiongkok lainnya, Tencent Holdings, berada pada posisi ketujuh, menyandang status sebagai perusahaan paling berharga di Asia.

Namun tahun ini nilai kapitalisasi pasar Tencent hanya tumbuh 20% hingga Desember 2019 sehingga posisinya disalip oleh Alibaba, sedangkan Tencent merosot ke posisi ke sembilan dan harus rela menjadi perusahaan paling berharga nomor dua di Asia.

Penurunan posisi Tencent dilatarbelakangi pertumbuhan pendapatan iklan yang lebih lemah di tahun ini. Tencent juga menjadi korban meningkatnya popularitas media sosial ByteDance, yang mengoperasikan TikTok.

(Baca: Bos Alibaba Tanggapi Fenomena Mal Tutup di Berbagai Negara)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait