Perusahaan Asing Minati Lelang Proyek Panas Bumi Way Ratai dan Nage

Pemenang lelang wilayah kerja panas bumi Way Ratai di Lampung dan Nage di NTT akan diumumkan pada April atau Mei 2023.
Muhamad Fajar Riyandanu
10 Januari 2023, 19:33
panas bumi, energi bersih
BPBD Banjarnegara
Ilustrasi wilayah kerja panas bumi.

Kementerian ESDM membuka lelang dua wilayah kerja panas bumi (WKP) Way Ratai yang berlokasi di Kabupaten Pesawaran, Lampung dan WKP Nage di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur sejak Desember tahun lalu.

Direktur Panas Bumi, Harris, mengatakan bahwa sudah ada beberapa perusahaan energi asing maupun lokal yang mengirim proposal lelang. Meski begitu ia tak memerinci lebih lanjut nama-nama perusahan tersebut.

"Saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang antusias menyatakan minat untuk Way Ratai maupun Nage, baik perusahaan asing maupun lokal. Pengumunan hasil lelang insya Allah April atau Mei 2023," ujarnya kepada Katadata.co.id melalui pesan singkat pada Selasa (10/1).

Sebagai informasi, WKP Way Ratai berdiri di lahan seluas 70.710 hektare dengan perkiraan temperatur reservoir 203 - 247 derajat celsius. Adapun potensi listrik panas bumi yang bisa dihasilkan mencapai 55 megawatt (MW) dari cadangan mungkin 100 MW.

Sementara WKP Nage memiliki luas wilayah kerja panas bumi 10.410 hektare dengan cadangan terduga 46 MW dan perkiraan temperatur reservoir 278-2840 derajat celsius. Adapun rencana kapasitas pengembangan 20 MW.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana mengatakan bahwa dalam pelelangan tersebut pemerintah bakal menerapkan regulasi yang tertuang dalam Peraturan Presien (Perpres) Nomor 112 tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa pemerintah tidak menjadikan harga penawaran tenaga listrik sebagai tolak ukur pemenang lelang. Adapun salah satu variabel yang digunakan dalam penilaian lelang dilakukan berdasarkan negosiasi dengan batas atas berdasarkan harga patokan tertinggi yang diaturdalam Perpres 112.

"Dalam proses pelelangan WKP tersebut tidak menggunakan penawaran harga sebagai penentu peringkat pemenang lelang," ujar Dadan melalui pesan singkat pada Selasa (20/12/2022).

Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030, Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 23.965 megawatt (MW). Potensi terbesarnya ada di Pulau Sumatra, yakni sebesar 9.679 MW.

Meski punya potensi terbesar, kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) terpasang di Sumatera saat ini baru sebesar 562 MW atau 5,8% dari total potensinya. Artinya, masih ada sekitar 94% potensi yang belum digarap.

Pulau Jawa memiliki potensi terbesar kedua, yakni 8.107 MW. PLTP yang terpasang baru berkapasitas 1.254 MW atau 15,5% dari potensinya. Kemudian Sulawesi dengan potensi 3.068 MW namun kapasitas terpasang baru 120 MW atau 3,9%.

Kemudian Nusa Tenggara dengan potensi sebesar 1.363 MW dan kapasitas terpasang 12,5 MW. Selanjutnya, Maluku memiliki potensi 1.156 MW, Bali 335 MW, Kalimantan 182 MW, dan Papua 75 MW. Belum ada kapasitas terpasang di keempat pulau tersebut.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait