Bank Dunia Kucurkan Pinjaman Rp 170 T Kepada Negara Terdampak Corona

Pinjaman akan diberikan dengan lebih cepat disertai dengan dukungan teknis dari Bank Dunia.
Agatha Olivia Victoria
4 Maret 2020, 14:14
bank dunia, virus corona, pinjaman, utang
Arief Kamaludin | Katadata
Logo Bank Dunia. Bank Dunia akan kucurkan pinjaman sebesar US$ 12 miliar atau Rp 170 triliun untuk negara-negara yang terdampak virus corona.

Bank Dunia akan mengucurkan pinjaman cepat sebesar US$ 12 miliar atau sekitar Rp 169,9 triliun (kurs Rp 14.155/US$) untuk negara-negara yang terjangkit virus corona (Covid-19). Pinjaman ini dirancang untuk membantu lebih dari 60 negara untuk mengatasi dampak Covid-19.

“Kami berupaya memberikan respons yang cepat dan fleksibel berdasarkan kebutuhan negara berkembang dalam menangani penyebaran Covid-19,” kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass dalam keterangan resminya di Washington, Amerika Serikat (AS), Selasa (3/3).

Melalui pinjaman cepat ini, Bank Dunia akan membantu negara-negara berkembang memperkuat sistem kesehatan. Terutama, untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan untuk memberikan perlindungan dari epidemi, memperkuat pengawasan penyakit, dan mengurangi dampak virus corona terhadap ekonomi.

(Baca: Akibat Corona, Pertemuan IMF-Bank Dunia 2020 Digelar Secara Virtual)

Advertisement

Adapun paket pinjaman tersebut berasal dari beberapa organisasi di bawah Grup Bank Dunia seperti International Development Association (IDA), International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), dan International Finance Corporation (IFC) yang akan dikoordinasikan secara global.

Dana US$ 12 miliar ini akan dikucurkan terlebih dahulu melalui jalur cepat sebesar US$ 8 miliar (Rp 113,24 triliun). Secara keseluruhan, dana ini berasal dari IBRD sebesar US$ 2,7 miliar (Rp 38,22 triliun), US$ 1,3 miliar (Rp 18,4 triliun) dari IDA, US$ 2 miliar reprioritasisasi dari portofolio milik Bank Dunia, dan US$ 6 miliar dari IFC.

Malpass menyebut, paket kucuran dana tersebut juga akan mencakup saran kebijakan dan bantuan teknis yang mengacu pada keahlian global dan pengetahuan tingkat negara. "Ini termasuk pembiayaan darurat, saran kebijakan, dan bantuan teknis," ucap dia.

(Baca: Fed Pangkas Bunga Tangkal Dampak Virus Corona, Wall Street Rontok)

Paket keuangan ini juga akan memberikan hibah dan pinjaman berbunga rendah dari IDA untuk negara-negara berpenghasilan rendah, sementara pinjaman dari IBRD untuk negara-negara berpenghasilan menengah. Pinjaman akan menggunakan semua instrumen operasional bank dengan proses yang dipercepat.

Sementara itu IFC akan memberikan dukungan kepada kliennya untuk terus beroperasi dan mempertahankan pekerjaan di tengah wabah virus corona. IFC juga akan membantu kliennya di sektor perbankan untuk memperluas pembiayaan perdagangan dan dukungan modal kerja.

Bantuan Bank Dunia ini akan diprioritaskan untuk negara-negara termiskin di dunia. Ketika penyebaran virus corona dan dampaknya terus berkembang, Bank Dunia akan menyesuaikan pendekatan dan sumber daya, sesuai kebutuhan.

(Baca: Wabah Virus Corona, Bank Dunia dan IMF Tawarkan Bantuan Pinjaman)

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait