BRI Tebar Dividen, Pemerintah Kantongi Rp 11,76 Triliun

Dividen yang dibagikan BRI tahun ini setara Rp 168,1 per saham, lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 16,2 triliun atau Rp 132,2 per saham.
Image title
18 Februari 2020, 20:11
bri, bank rakyat indonesia, rups bri, dividen
Arief Kamaludin|KATADATA
Bank Rakyat Indonesia Tbk memutuskan untuk membagi dividen sebesar Rp 20,6 triliun atau setara Rp 168,2 per saham.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (kode emiten: BBRI) membagikan dividen kepada pemegang saham senilai Rp 20,6 triliun atau 60% dari total laba bersih tahun 2019 yang mencapai Rp 34,4 triliun. Sehingga, dividen yang dibagikan kepada pemilik saham senilai Rp 168,1 per sahamnya.

Berdasarkan hal tesebut, pemerintah yang memiliki mayoritas saham BRI sebanyak 70 miliar unit saham atau setara 56,75%, mengantongi dividen senilai Rp 11,76 triliun. Adapun, dividen yang dibagikan BRI ini, diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di kantor BRI, Jakarta, Selasa (18/2).

Besaran dividen yang dibagikan oleh BRI pada tahun ini naik 27,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu, BRI hanya membagikan dividen dengan total Rp 16,2 triliun atau setara Rp 132,2 per saham.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham pun menyetujui perubahan pada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi. Usai RUPST, salah satu kursi yang diganti yaitu Komisaris Utama diduduki oleh Kartika Wirjoatmodjo yang merupakan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jabatan Komisaris Utama sebelumnya yaitu Andrinof A. Chaniago.

Advertisement

(Baca: Bank BRI Dinobatkan sebagai Bank Pendukung UMKM Terbaik)

Dengan perubahan pada beberapa tempat tersebut, berikut jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang baru:

Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Kartika Wirjoatmodjo*
- Wakil Komisaris Utama / Komisaris Independen: Ari Kuncoro*
- Komisaris Independen: Zulnahar Usman*
- Komisaris Independen: R Widyo Pramono*
- Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim
- Komisaris Independen: Hendrikus Ivo
- Komisaris Independen: Dwi Ria Latifa*
- Komisaris: Nicolaus Teguh Budi Harjanto
- Komisaris: Hadiyanto
- Komisaris: Rabin Indrajad Hattari*

Jajaran Direksi:
- Direktur Utama: Sunarso
- Wakil Direktur Utama: Catur Budi Harto
- Direktur Bisnis Mikro: Supari
- Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah: Priyastomo
- Direktur Jaringan dan Layanan: A. Solichin Lutfiyanto
- Direktur Kepatuhan: Wisto Prihadi*
- Direktur Manajemen Risiko: Agus Sudiarto
- Direktur Konsumer: Handayani
- Direktur Human Capital: Herdy Rosadi Harman
- Direktur Keuangan: Haru Koesmahargyo*
- Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi: Indra Utoyo
- Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN: Agus Noorsanto.

Adapun anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(Baca: Kredit Macet Bengkak, Laba BRI 2019 Tumbuh Melambat jadi Rp 34 Triliun)

Laba Bersih BRI 2019 Tumbuh Melambat

Tahun lalu, BRI mencatatkan laba bersih sepanjang tahun lalu tumbuh 6% menjadi Rp 34,41 triliun. Pertumbuhan laba tersebut melambat dibandingkan 2018 yang mencapai 11,6%.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pertumbuhan laba bersih yang melambat disebabkan oleh berbagai indikator. Salah satunya, pertumbuhan kredit yang melambat dari 14,1% pada 2018 menjadi 8,44%. "Pertumbuhan kredit 2019 secara nasional juga hanya 6%," ujar Sunarso di Jakarta, Kamis (23/1).

Sepanjang 2019, BRI mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 908,88 triliun. Kredit di segmen mikro yang menjadi bisnis utama perseroan tumbuh melambat dari 14,5% pada 2018 menjadi 12,9% dengan total penyaluran mencapai Rp 307,22 triliun. Adapun porsi penyalurannya mencapai 35,8%.

(Baca: 290 Ribu Nasabah KUR BRI Naik Kelas Sepanjang 2019)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait