Rizieq Ubah #2019GantiPresiden, Elektabilitas Prabowo Bakal Berkurang

Penggantian tagar itu bakal mengurangi efek elektoral pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena tidak populer di kalangan pemilih.
Dimas Jarot Bayu
16 Januari 2019, 20:39
Pidato Kebangsaan Prabowo Sandi
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) menyapa pendukung saat akan menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Usulan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengganti tagar #2019GantiPresiden dengan #2019PrabowoPresiden dinilai tak tepat. Penggantian tagar itu bakal mengurangi efek elektoral pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena tidak populer di kalangan pemilih.

Saat ini, tagar #2019GantiPresiden dianggap cukup berdampak kepada pemilih. Berdasarkan survei Charta Politika, tagar #2019GantiPresiden diketahui oleh 75% responden.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 44,1% responden setuju dengan tagar tersebut. Sebanyak 41,4% responden tidak setuju dengan #2019GantiPresiden. Adapun 14,5% responden tidak menjawab.

"Kalau tagar ini ingin diganti dan diserukan Rizieq menjadi #2019PrabowoPresiden, ini berpotensi merugikan sisi elektoral Prabowo-Sandi, minimal dalam pertarungan di media sosial," kata Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya di kantornya, Jakarta, Rabu (16/1).

Yunarto mengatakan, tagar #2019GantiPresiden cukup besar penetrasinya kepada masyarakat karena tidak hanya menampung para pendukung Prabowo-Sandiaga. Tagar ini pula juga kerap kali terhubung dengan pendukung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Yunarto lantas membandingkan penggunaan tagar #2019GantiPresiden dengan #01JokowiLagi. Hasil survei mencatat hanya 58,3% responden yang mengetahui tagar #01JokowiLagi. Sebanyak 41,8% responden lainnya tak tahu tagar tersebut.

Dari responden yang mengetahui tagar tersebut, sebanyak 52,4% setuju dengan penggunaan tagar #01JokowiLagi. Sebanyak 33,8% responden tidak setuju dengan tagar tersebut. Sementara, 13,7% responden lainnya tidak menjawab. "Memang terbukti ini lebih efektif kalau dari penetrasi, pengenalan, dan cakupan segmen," kata Yunarto.

Charta Politika mengadakan survei pada 22 Desember 2018 - 2 Januari 2019 dengan melibatkan 2.000 responden. Survei dilakukan melalui pemilihan responden secara acak atau multistage random sampling. Tingkat kesalahan alias margin of error dalam survei ini +/- 2,19% dengan tingkat kepercayaan 95%. Kontrol kualitas dilakukan terhadap 20% sampel.

(Baca: Kontribusi Ma'ruf Amin terhadap Elektabilitas Jokowi Masih Minim)

Unggul di Media Sosial

Hasil sigi Media Survei Nasional (Median) pada 4-16 November lalu menunjukkan Prabowo-Sandiaga unggul di media sosial dibandingkan pasangan pesaingnya Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.  Elektabilitas Prabowo-Sandiaga di kalangan pengguna Facebook mencapai 42,9% dari total responden. Angka ini unggul tipis dibandingkan Jokowi-Ma'ruf yang hanya 42,4%. Sementara itu, 14,7% responden belum menentukan pilihan.

Advertisement

Di basis pengguna Twitter, elektabilitas Prabowo-Sandiaga sebesar 59,2%. Adapun Jokowi-Ma'ruf hanya memperoleh suara sebesar 29,5%. Sebanyak 11,3% responden pengguna Twitter yang belum menentukan pilihannya. Di basis pengguna Instagram, Prabowo-Sandiaga memperoleh suara sebesar 48,9% sedangkan Jokowi-Ma'ruf hanya 39,1%. Sebanyak 12% responden lainnya belum menentukan pilihan.

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden di Indonesia dengan  pemilihan responden secara acak atau multistage random sampling. Tingkat kesalahan alias margin of error dalam survei ini sebesar +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Kontrol kualitas dilakukan terhadap 20% sampel yang ada.

Prabowo-Sandiaga Unggul di Kalangan Pengguna Media Sosial

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait