Bertemu PM Singapura, Prabowo Bahas Isu-isu Strategis Ekonomi

Prabowo akan menjalin kerja sama teknologi dan ilmu pengetahuan dengan Singapura maupun negara lainnya jika ia terpilih menjadi presiden dalam Pemilu 2019.
Image title
27 November 2018, 13:44
Prabowo dan Lee Hsien Loong
Facebook @PrabowoSubianto
Capres Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan PM Singapura Lee Hsien Loong dalam rangkaian acara The Economist World 2019.

Calon presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong untuk membahas isu-isu strategis di bidang ekonomi. Pertemuan itu merupakan bagian dari kegiatan Prabowo selama dua hari kunjungannya di Singapura.

"Saya sudah diskusi dengan PM Lee tentang apa yang akan dibicarakan di acara The Economist World in 2019 Gala Dinner," kata Prabowo dalam keterangan tertulis, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (27/11). Prabowo menjadi salah satu pembicara dalam forum yang diselenggarakan oleh The Economist, majalah ekonomi terkemuka yang dibaca oleh para pemimpin dunia.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu mengatakan, The Economist kerap membahas tantangan-tantangan besar yang dihadapi para pemimpin dunia, seperti ketersediaan pangan, air, dan energi. "Saya sampaikan ke PM Lee, saya maju di pemilihan presiden ini karena saya yakin, dengan strategi dorongan besar saya dan Sandiaga Salahuddin Uno, Indonesia dapat jadi negara yang ekspor energi, pangan, air, bukan importir," ujarnya.

Prabowo menjelaskan, banyak cara yang bisa dilakukan Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa dan negaranya, salah satunya adalah dengan menerapkan ilmu-ilmu baru. Strategi tersebut antara lain adalah industrialisasi, digitalisasi, dan fokus pada keunggulan strategis Indonesia sehingga bisa berkontribusi mengatasi masalah dunia.

Advertisement

(Baca: Berbagai Kritik Prabowo ke Pemerintah di Forum Ekonomi Internasional)

Oleh karena itu, Prabowo akan menjalin kerja sama teknologi dan ilmu pengetahuan dengan Singapura maupun negara-negara lainnya jika ia terpilih menjadi presiden dalam Pemilu 2019. "Dengan demikian, Indonesia bisa menjadi negara sahabat yang strategis bagi negara-negara lain dan bukan hanya sebagai negara importir saja melainkan eksportir produk-produk unggulan dan strategis lainnya," katanya.

Perdana Menteri Lee mengatakan, dalam pertemuan tersebut ia dan Prabowo berdiskusi tentang kerja sama yang bisa dilakukan Singapura dan Indonesia untuk memperkuat hubungan kedua negara di masa depan. "Saya mendoakan yang terbaik untuk Prabowo dan semoga ia menikmati kunjungannya di Singapura," kata Lee sebagaimana dikutip surat kabar Strait Times, Singapura.

Direktur Hubungan Internasional Tim Kampanye Prabowo-Sandiaga, Irawan Ronodipuro, mengatakan dalam acara yang diselenggarakan The Economist itu Prabowo akan berbicara tentang pandangannya terhadap Indonesia dan upaya-upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Komunitas para pengambil kebijakan internasional ingin tahu lebih banyak tentang pandangan strategis Prabowo terhadap Indonesia sebagai negara berdaulat yang bisa berkontribusi terhadap perekonomian global," ujar Irawan kepada Strait Times

Salah satu fokus Prabowo adalah mendorong Indonesia memproduksi bioenergi sehingga bisa memenuhi kebutuhan global dengan memproses 10 juta hektare lahan yang terdegradasi. The Economist juga mengundang Politisi Malaysia Nurul Izzah dan Pendiri Grab Anthony Tan sebagai pembicara dalam pertemuan tersebut.

(Baca: Pertarungan Prabowo-Jokowi di Jawa Barat Bakal Panas)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait