Mayoritas UKM Pengguna WhatsApp Business Catat Peningkatan Penjualan

Untuk meningkatkan jumlah pengguna WhatsApp Business, Facebook menggelar kampanye Laju Digital sejak Agustus 2018.
Desy Setyowati
26 September 2018, 16:47
WhatsApp
PXHERE.COM
Ilustrasi WhatsApp
 

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) Facebook Inc semakin gencar meningkatkan jumlah pengguna layanan WhatsApp Business. Layanan ini akan meningkatkan penjualan dan membantu membidik pasar yang tepat bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan komunitas yang menggunakannya.

"Kami berkomitmen membantu UKM dan komunitas untuk berkembang tanpa memandang kemampuan digitalnya," ujar Head of Emerging Business and SMB Facebook untuk Indonesia dan Filipina Ferdy Nandes, di Jakarta, Rabu (26/9). Berdasarkan riset Morning Consult, penggunaan layanan ini berhasil meningkatkan penjualan dari 77% Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Layanan WhatsApp Business hingga Maret 2018 memiliki 3 juta pengguna. Angka ini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan jumlah pengguna WhatsApp Messenger yang mencapai 1,5 miliar pengguna. Berbeda dengan WhatsApp Messenger yang tersedia gratis bagi pengguna, Facebook mengandalkan WhatsApp Business untuk meraup untung.

Untuk meningkatkan jumlah pengguna WhatsApp Business, Facebook menggelar kampanye Laju Digital sejak Agustus 2018. Lewat kampanye ini, WhatsApp memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan WhatsApp Business untuk mengembangkan bisnis UKM.

Untuk komunitas, Facebook memberikan pelatihan terkait literasi digital dan materi edukasi keamanan online. Ferdy mengatakan, program literasi ini telah menjangkau 108 komunitas dan lebih dari 11 ribu siswa di beberapa kota besar di Indonesia. "Pelatihan ini termasuk kelas yang memelajari praktik terbaik dalam pemasaran, privasi online, dan bagaimana membangun komunitas," ujarnya.

(Baca: Facebook Bangun Pusat Data di Singapura Senilai Hampir Rp 15 Triliun)

Lebih Akurat

Sejumlah pelaku usaha di Indonesia telah merasakan manfaat WhatsApp Business dan iklan di Facebook dalam pertumbuhan bisnisnya. Pengusaha Sepatu Brodo Yukka Harlanda mengatakan, layanan iklan Facebook atau Facebook Ads membantunya membidik pasar secara akurat. "Dalam sehari, sekitar seribu aplikasi berjalan (untuk diteliti) oleh para teknisi (dari hasil kajian Facebook Ads). Feedback-nya cepat," ujarnya.

CEO ZAP Clinic Fadly Sahab pun menyampaikan hal serupa. Menurutnya, beriklan lewat Facebook, Instagram, ataupun WhatsApp Business lebih efektif menggaet pengguna. "Tahun lalu, kami dapat 87 ribu pengguna baru di Instagram. Setiap klien rata-rata transaksinya Rp 1,6 juta. Makanya tahun lalu kami gila-gilaan promosi di Instagram," katanya.

Facebook memang fokus menggarap segmen pengusaha ini. Bahkan, Facebook mengalokasikan US$ 1 miliar atau setara Rp 14,5 triliun sejak 2011 untuk kegiatan riset dan pengembangan. Salah satu hasilnya adalah pengembangan Facebook Ads untuk pebisnis UKM.

Riset Morning Consult juga menunjukkan, sekitar 80% UKM pengguna Facebook Ads mengaku penjualannya meningkat. Bahkan, sebanyak 85% UKM percaya platform ini memungkinkan mereka menyasar konsumen di negara lain. Sekitar 67% dari UKM pengguna Facebook Ads juga menyatakan mampu mempekerjakan banyak karyawan.

Asia Social Commerce Report yang dirilis berdasarkan studi PayPal bersama Blackbox Research juga menunjukkan Instagram dan Facebook menjadi media sosial yang paling banyak digunakan oleh para pedagang di Indonesia untuk mempromosikan bisnisnya. Hanya, Facebook enggan menyebutkan besaran transaksi yang dilakukan lewat platformnya.

Facebook berkolaborasi dengan Kantor Staf Kepresidenan RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan siberkreasi untuk mengadakan Kampanye Laju Digital. Acara ini diselenggarakan di 10 kota, yakni Gorontalo, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Mataram, Makassar, Kupang, dan Manokwari. Acara pertama digelar di Gorontalo, yang dihadiri sekitar 350 peserta. Selanjutnya, kampanye Laju Digital digelar di Jakarta selama 26-27 September 2018. Jumlah peserta pada hari pertama mencapai 500 UKM. Facebook menargetkan, sebanyak 3 ribu UKM akan mengikuti kampanye Laju Digital ini.

(Baca: Pedagang Indonesia Paling Banyak Manfaatkan Instagram dan Facebook)

 

Advertisement
Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait