Mendorong Kolaborasi, Mengejar Target Elektrifikasi

Target elektrifikasi dalam RUPTL 2019-2028 diperkirakan membutuhkan tambahan kapasitas pembangkit hingga 56,4 GW.
Image title
Oleh Jamalianuri - Katadata Insight Center
28 Agustus 2020, 13:34

Untuk memenuhi target bauran energi, menopang pertumbuhan ekonomi dan program pemerintah, serta mengejar target elektrifikasi, RUPTL PLN 2019-2028 memperkirakan kebutuhan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 56,4 GW hingga 10 tahun ke depan. Dengan perkiraan tersebut, potensi investasi sektor kelistrikan di Indonesia terbuka lebar.

Mengingat kebutuhan investasi kelistrikan yang sangat besar, akan menjadi beban jika PLN harus membangun pembangkit sendiri. Peran swasta atau Independent PowerProducer (IPP) menjadi semakin penting setidaknya dalam satu dekade ke depan. Kolaborasi dengan swasta semakin dibutuhkan untuk pembangunan pembangkit energi terbarukan seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP),

Dengan dukungan swasta dalam pembangunan pembangkit, PLN bisa mendapat kelonggaran dalam membangun jaringan transmisi dan distribusi pada 2019-2028. Untuk periode waktu tersebut diperkirakan kebutuhan jaringan transmisi mencapai 57 ribu kilometer sirkuit (kms) dan jaringan distribusi sepanjang 472 ribu kms.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.