Transaksi Saham Marak saat Pandemi, BEI Raup Laba Rp 487 Miliar

BEI mengantongi pendapatan usaha Rp 1,62 triliun pada 2020 atau meningkat 4,3%. Sedangkan rata-rata frekuensi perdagangan harian sepanjang 2020 sebanyak 677 ribu kali atau meningkat hingga 44,4%.
Image title
29 Juni 2021, 15:28
BEI, laba bei, pendapatan bei, transaksi saham
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Karyawan melintas di bawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2020).

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan laba bersih tahun berjalan senilai Rp 487,41 miliar sepanjang 2020, atau tumbuh 9,5% dibanding raihan periode 2019 yang senilai Rp 445,14 miliar.

Berdasarkan rilis yang diterima Katadata.co.id terkait Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI, laba bersih berasal dari pendapatan usaha senilai Rp 1,62 triliun atau meningkat 4,3% dari 2019 yakni Rp 1,56 triliun.

Dari pendapatan usaha tersebut, maka BEI mampu mengantongi total pendapatan sebesar Rp 1,92 triliun atau meningkat 0,6% dari 2019 yakni Rp 1,91 triliun. Jumlah beban biaya BEI pada 2020 tercatat Rp 1,28 triliun atau menurun 3,2% dari 2019.

Pada 2020, BEI membukukan nilai total aset sebesar Rp 8,84 triliun atau mengalami kenaikan 22,7% dari 2019 senilai Rp 7,2 triliun. Sementara itu, total kewajiban (liabilitas) sebesar Rp 3,73 triliun atau naik 35,4% dari Rp 2,75 triliun.

Advertisement

IHSG Melorot 5,09%

Pada akhir 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.979. Artinya, indeks saham menurun hingga 5,09% dibanding posisi akhir 2019. Sepanjang 2020, pasar modal di seluruh negara tertekan oleh penyebaran virus Covid-19, termasuk di Indonesia.

Pada awal penyebaran virus corona di Indonesia sekitar Maret 2020, IHSG merosot signifikan. Titik terendah IHSG terjadi pada 24 Maret 2020, yang ditutup pada level 3.937. Indeks tercatat mengalami penurunan 37,49% dibandingkan akhir 2019.

Rata-rata frekuensi perdagangan harian sepanjang 2020 sebanyak 677 ribu kali atau meningkat hingga 44,4% dibandingkan rata-rata tahun lalu sebanyak 469 ribu kali. Selain itu, tercatat ada peningkatan juga pada rata-rata nilai transaksi harian sepanjang 2020 sebesar 1,2%, menjadi Rp 9,21 triliun dari sebelumnya Rp 9,1 triliun.

Sementara itu, untuk rata-rata volume perdagangan harian selama 2020 hanya sebanyak 11,37 miliar unit saham atau turun 21,7% dari 14,54 miliar unit saham. Kenaikan aktivitas di Bursa ini sejalan dengan kebangkitan investor ritel domestik di Bursa.

Hal ini ditandai dengan total investor Pasar Modal Indonesia yang telah mencapai 3,88 juta atau meningkat 56% dari 2019. Investor aktif harian juga telah mencapai angka 94,7 ribu atau meningkat 73% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Perdagangan saham di tahun 2020 juga turut didominasi oleh Investor domestik ritel yang jumlahnya mencapai hingga 48% dari total nilai perdagangan harian.

Capaian Bursa sepanjang 2020 lalu, juga terlihat dari kegiatan penghimpunan dana melalui pencatatan perdana saham baru atau initial public offering (IPO) yang mencapai 51 perusahaan. Meski lebih sedikit dibandingkan tahun lalu 55 perusahaan, IPO tahun ini terjadi di tengah pandemi Covid-19 yang telah memukul ekonomi.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait