IDI Kabupaten Batang Bagikan Informasi Pengobatan Pada Penyakit HIV dan AIDS

Uji Sukma Medianti
Oleh Uji Sukma Medianti - Tim Publikasi Katadata
10 Desember 2024, 20:26
Petugas tenaga kesehatan melakukan screening dengan tes cepat HIV AIDS kepada warga di Gasibu, Bandung, Jawa Barat, Minggu (20/11/2022). Pemeriksaan tersebut untuk melakukan pendataan, penyaringan, pencegahan dan antisipasi terhadap penyakit HIV AIDS jel
ANTARA FOTO/Novrian Arbi/nz
Petugas tenaga kesehatan melakukan screening dengan tes cepat HIV AIDS kepada warga di Gasibu, Bandung, Jawa Barat, Minggu (20/11/2022). Pemeriksaan tersebut untuk melakukan pendataan, penyaringan, pencegahan dan antisipasi terhadap penyakit HIV AIDS jelang peringatan hari AIDS Sedunia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menurut Informasi idikabbatang.org, sebagian besar penyakit yang cukup serius dan berbahaya bagi masyarakat Indonesia adalah HIV dan AIDS.

Jumlah orang dengan HIV (ODHIV) di Indonesia diperkirakan mencapai 515.455 sejak September 2023, menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dari jumlah tersebut, sekitar 88 persen, atau 454.723 orang, telah mengetahui status HIV mereka. HIV dan AIDS adalah penyakit yang paling umum dan terus meningkat setiap tahun.

Ikatan Dokter Indonesia merupakan organisasi resmi di Indonesia, didirikan pada tanggal 24 Oktober 1950 dan berfungsi sebagai wadah bagi para dokter di seluruh Indonesia.

IDI berafiliasi dengan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan bertanggung jawab untuk menaungi dan mengembangkan profesi dokter.

IDI Kabupaten Batang adalah cabang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), sebuah organisasi profesi yang berfokus pada dokter di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Tujuan organisasi ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mendukung perkembangan profesi dokter, dan melindungi kepentingan dokter dan masyarakatnya.

Bagaimana Cara Penularan Penyakit HIV dan AIDS?

Dilansir dari laman https://idikabbatang.org, infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia adalah sumber penyakit HIV dan AIDS.

Kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi adalah cara HIV menyebar. Beberapa cara utama virus ini menyebar meliputi:

1. Kontak seksual

Hubungan seksual tanpa pelindung, atau tanpa kondom, dengan orang yang terinfeksi adalah cara utama penularan penyakit HIV dan AIDS. Ini termasuk hubungan seks yang tidak sehat seperti anal maupun oral.

2. Penggunaan jarum suntik bersama

Salah satu cara penyebaran penyakit HIV dan AIDS adalah dengan berbagi jarum suntik yang terkontaminasi darah dari orang yang terinfeksi.

4. Transfusi darah dan produk darah

Selanjutnya penularan HIV dan AIDS juga dapat terjadi melalui transfusi darah atau produk darah yang terkontaminasi, meskipun risiko ini telah sangat dikurangi berkat protokol skrining yang ketat.

5. Terinfeksi sejak lahir

Selama kehamilan, saat melahirkan, atau melalui ASI, seorang ibu yang terinfeksi HIV dan AIDS dapat menularkan virus kepada bayinya.

Tidak ada cara HIV menyebar melalui kontak biasa seperti berjabat tangan, berpelukan, atau berbagi peralatan makan, kecuali jika penderita memiliki luka terbuka atau kondisi mulut tertentu.

Apa Saja Obat yang Direkomendasikan Terhadap Pengidap Penyakit HIV dan AIDS?

Pengobatan untuk pengidap HIV dan AIDS umumnya dilakukan dengan menggunakan obat antiretroviral (ARV), yang bertujuan untuk mengendalikan infeksi virus HIV, memperlambat perkembangan penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Berikut adalah beberapa jenis obat yang direkomendasikan meliputi:

1. Obat Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTIs)

Obat-obatan ini berfungsi dengan menghentikan enzim reverse transcriptase, yang dibutuhkan virus untuk menggandakan diri. Obat pertama yang disetujui oleh Kemenkes untuk mengobati HIV adalah Zidovudine (AZT).

Obat ini termasuk dalam golongan analog nukleosida atau reverse transcriptase inhibitor (NRTI). Untuk dosisnya melalui resep langsung dari dokter.

2. Obat Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTIs)

NNRTI juga memblokir enzim reverse transcriptase, tetapi dengan cara yang berbeda dari NRTI. Efavirenz adalah salah satu contoh NNRTI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) telah menyetujui Efavirenz sebagai obat resep untuk pengobatan infeksi HIV pada orang dewasa dan anak-anak. Efavirenz biasanya diberikan bersama dengan obat HIV lainnya.

3. Obat Protease Inhibitors (PIs)

Obat-obatan ini menghentikan enzim protease, yang merupakan bagian penting dari virus untuk membuat partikel virus baru.

Untuk mengobati infeksi human immunodeficiency virus (HIV), kombinasi lopinavir dan ritonavir digunakan bersama dengan obat lain yang disebut inhibitor protease. Obat ini menurunkan kadar HIV dalam darah.

Pasien yang mendapatkan pengobatan HIV dan AIDS harus dipantau secara teratur dan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah munculnya resistensi terhadap obat. Selain itu, pengobatan harus dilakukan secara konsisten untuk mengevaluasi kesehatan secara berlanjut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan