Penuhi Kebutuhan Rangka Atap Gedung, Krakatau Steel Hadirkan Baja CNP

Produk baja CNP atau baja kanal C merupakan bagian dari lanjutan program hilirisasi Krakatau Steel.
Image title
11 Oktober 2021, 20:10
Krakatau Steel, baja,
Arief Kamaludin | Katadata
Logo Krakatau Steel di Cilegon, Rabu, (26/11).

PT Krakatau Steel meluncurkan produk baja ringan terbaru yaitu baja CNP atau baja kanal C. Produk tersebut merupakan bagian dari lanjutan program hilirisasi perusahaan tersebut.

Dalam mengembangkan baja CNP,  Krakatau Steel menugaskan PT Krakatau Niaga Indonesia yang merupakan member dari Subholding Baja Konstruksi.

 “Hot Rolled Coil (HRC) Krakatau Steel yang berkualitas baik merupakan bahan baku dari produk baja CNP ini,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, dalam siaran pers, Senin (11/11). 

Kegunaan dari produk baja CNP ini diantaranya digunakan untuk kebutuhan pembangunan ggedung sebagai rangka atap, dinding cladding, purlin atau elemen arsitektural langit-langit bangunan sebagai pengganti kayu.

Adapun segmen pasar yang dituju oleh Krakatau Steel adalah segmen pemenuhan kebutuhan building & construction dari kontraktor, subkontraktor, maupun retail.

Menurut Krakatau Steel, kelebihan dari produk baja CNP milik mereka adalah pemasangan atau instalasi produk yang cepat dan mudah pada rangka bangunan.

Produk tersebut juga mempunyai daya tahan yang tinggi, termasuk tahan terhadap panas dan korosi. Hal ini membuat pengaplikasiannya bisa menghemat biaya perawatan rangka atap gedung atau bangunan.

 “Produk baja CNP ini diproduksi dengan memperhatikan keakuratan tebal dan spesifikasi, menjadikan produk baja CNP ini menjadi salah satu produk premium dan unggulan yang akan memenuhi harapan konsumen akan produk konstruksi yang berkualitas. Hal ini penting karena produk baja konstruksi berkaitan langsung dengan safety,” tambah Silmy.

 Hingga saat ini,  Krakatau Steel telah meluncurkan sepuluh produk hilirisasi termasuk produk baja CNP yang terdiri dari welded beam, reng asimetris, plat talang, customized plate, tower, electric pole, baja hollow, atap baja ringan, dan floor deck. 

 “Kami menargetkan produksi baja CNP ini hingga 200.000 batang per tahun dengan potensi penjualan produk untuk pasar dalam negeri senilai Rp100 miliar per tahun. Sehingga melalui program hilirisasi ini, kami pun dapat memaksimalkan utilisasi produk HRC Krakatau Steel untuk pemenuhan kebutuhan produk baja domestik,” tutur Silmy.

Pada akhir September lalu, Krakatau Steel juga baru  meresmikan pabrik Hot Strip Mill #2 . Dengan adanya pabrik tersebut maka produksi baja domestik akan meningkat sehingga bisa menghemat devisa Rp 29 triliun per tahun.

Pabrik Hot Strip Mill #2 memiliki kapasitas produksi Hot Rolled Coil (HRC) sebesar 1,5 juta ton per tahun. Produksi akan terus ditingkatkan hingga mencapai 4 juta ton per tahun.

Pabrik Hot Strip Mill #2 dibangun dengan investasi sebesar US$ 521 juta atau sekitar Rp 7,52 triliun. Pabrik tersebut menjadi pabrik pertama di Indonesia yang mampu menghasilkan HRC dengan ketebalan 1,4 milimeter.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait