Kementerian Perindustrian mengakui industri baja nasional mulai menunjukkan pertumbuhan, namun masih dibayangi ketergantungan tinggi terhadap impor, terutama dari Cina.
Industri baja nasional tumbuh dan berkontribusi pada PDB, namun masa depannya terancam oleh ketergantungan impor bahan baku dan gempuran produk baja dari Tiongkok.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mendatangi perusahaan baja asal Cina yang dia sebut sebagai pengemplang pajak pertambahan nilai alias PPN pada pekan depan.
Selama ini, tekanan dari baja impor berharga rendah kerap dijawab dengan narasi bahwa industri baja domestik kurang efisien dan harus terus menurunkan biaya. Narasi
Climate Catalyst memprediksi pasar baja hijau global bisa mencapai US$20 miliar atau setara Rp 337 triliun pada 2030. Ini tiga kali lipat dari angka saat ini.
Menurut laporan dari Energy Shift Institute, industri EV hanya bisa menyerap 1% produksi nikel Indonesia, lebih kecil dibandingkan dengan konsumsi sektor metalurgi yang bisa mencapai 60%.
Menteri Perdagangan Budi Santoso masih menyelidiki proses impor scrap baja atau baja bekas dari Filipina yang terpapar zat radioaktif Cesium-137 atau CS-137.