Banyak Pembangunan, Upah Riil Buruh Bangunan Justru Turun

"Ada upaya menaikkan gaji tapi juga harus dijaga stabilitas harganya," kata Kepala BPS Suhariyanto.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
16 Oktober 2017, 15:19
konstruksi properti
Arief Kamaludin|KATADATA
konstruksi properti

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah buruh bangunan hanya naik tipis di tengah maraknya pembangunan infrastruktur. Bahkan, upah riilnya kian menyusut lantaran tergerus inflasi.

Upah harian buruh bangunan tercatat Rp 84.378 pada September, naik 0,02% secara bulanan dan 2,3% secara tahunan. Sementara itu, upah riil hariannya tercatat Rp 64.867 atau turun 0,11% secara bulanan dan 1,37% secara tahunan.

"Salah satu kunci supaya (upah) riilnya tidak turun harus ada pengendalian inflasi dan stabilisasi harga terutama harga pangan," kata Kepala BPS Suhariyanto saat Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Senin (16/10). Pada September lalu, inflasi perkotaan tercatat sebesar 0,13%.

Meski begitu, ia melihat stabilisasi harga pangan bergejolak (volatile food) sudah jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Buktinya bisa dilihat dari penurunan harga (deflasi) pangan pada beberapa bulan terakhir. "Ada upaya menaikkan gaji tapi juga harus dijaga stabilitas harganya," ujar dia.

Di sisi lain, pada September lalu, upah riil buruh potong rambut wanita, pembantu rumah tangga, dan petani tercatat mengalami kenaikan. Secara rinci, upah buruh potong rambut wanita mengalami kenaikan sebesar 0,25% menjadi Rp 25.849 per kepala dan secara riil naik 0,12% menjadi Rp 19.872 per kepala.

Sementara itu, upah pembantu rumah tangga yang meningkat 0,84% menjadi Rp 380.968 per bulan dan secara riil naik 0,71% menjadi Rp 292.872 per bulan. Kemudian, upah buruh pertanian meningkat 0,27% menjadi Rp 50.213 dan secara riil naik 0,54% menjadi Rp 37.711.  (Baca juga: Daya Beli Petani Menguat Imbas Kenaikan Harga Gabah Hingga Sawit)

Video Pilihan

Artikel Terkait