Bank Mandiri Terbitkan Obligasi Rp 6 Trilun Danai Proyek Infrastruktur

Permintaan yang masuk untuk obligasi kali ini mencapai Rp 8,92 triliun. Ini artinya, obligasi mengalami kelebihan permintaan sebanyak 1,79 kali dari target awal yang sebesar Rp 5 triliun.
Desy Setyowati
16 Juni 2017, 14:14
Proyek LRT
ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (12/3). Pembangunan LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) terus dikebut demi target operasi 2019. Pemerintah nantinya akan mensubsi

Bank Mandiri mendapat dana segar sebesar Rp 6 triliun dari hasil penerbitan surat utang (obligasi). Perolehan dana tersebut lebih tinggi dari target awal yang sebesar Rp 5 triliun. Dana tersebut bakal digunakan untuk mendukung ekspansi kredit.

SVP Treasury Bank Mandiri Farida Thamrin menjelaskan, dana tersebut terutama akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek di sektor infrastruktur. Tahun ini, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 13 persen atau lebih tinggi dari target industri perbankan yakni 11-12 persen. (Baca juga: Terbitkan Perpres, Pemerintah Kaji Ulang Pendanaan LRT Jabodebek)

Penerbitan obligasi kali ini dilakukan dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Tahap II. Secara keseluruhan, target penerbitan obligasi melalui PUB I adalah sebesar Rp 14 triliun yang akan dilakukan dalam kurun waktu 2016-2018. Tahun lalu, perseroan telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 5 triliun melalui PUB I Tahap I. Ini artinya, target PUB I telah teralisasi sebesar Rp 11 triliun.

Bank Mandiri mencatat, permintaan yang masuk untuk obligasi kali ini mencapai Rp 8,92 triliun. Ini artinya, obligasi mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 1,79 kali dari target awal Rp 5 triliun. Adapun, sebanyak Rp 1 triliun di antaranya adalah obligasi tanpa kupon (zero coupon bond). (Baca juga: Produksi 438 Kereta, INKA Berutang Rp 1,69 Triliun ke Bank Mandiri)

"Ini menjadikan kami sebagai bank pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi tanpa kupon,” kata dia dalam keterangan pers, Jakarta, Jumat (16/6). Obligasi tanpa kupon yang dimaksud yakni obligasi Seri D tiga tahun dengan imbal hasil (yield) 7,80 persen. Penerbitan obligasi jenis ini merupakan inisiatif untuk mendiversifikasi instrumen pembiayaan perseroan. 

Sementara itu, sebanyak Rp 5 triliun sisanya diperoleh dari penerbitan tiga seri obligasi, yakni seri A lima tahun berkupon delapan persen. Kemudian, Seri B tujuh tahun dengan kupon 8,5 persen dan Seri C 10 tahun dengan kupon 8,65 persen.

Sebanyak enam perusahaan ditunjuk perseroan sebagai penjamin emisi yakni Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, dan Danareksa Sekuritas. Adapun, obligasi tersebut telah resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, (16/6) ini.

Video Pilihan

Artikel Terkait