Seribu Lebih Bus Belum Layak Angkut Pemudik

Pemeriksaan juga dilakukan untuk kapal dan pesawat. Sebanyak 24 dari 26 kapal Pelni siap beroperasi.
Maria Yuniar Ardhiati
20 Juni 2016, 17:06
bis
Katadata
Pemeriksaan kelayakan jalan terhadap bis antar kota antar provinsi.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memeriksa atau ramp check di sejumlah terminal bus dan pool bus menjelang masa angkutan Lebaran. Hasilnya, sebanyak 1.101 atau 83,41 persen kendaraan tidak lulus pengujian.

“Kementerian Perhubungan sudah memanggil seluruh pemilik perusahaan otobus (PO) untuk memperbaiki bus-bus yang tidak layak,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hemi Pamurahardjo kepada Katadata, Senin, 20 Juni 2016. Seluruh bus yang digunakan untuk mengangkut penumpang mudik harus dalam kondisi layak jalan. (Ekonografik: Enam Tol Baru untuk Mudik 2016).

Menurutnya, pemeriksaan tahap pertama dijalankan pada 6 - 9 Juni lalu di sembilan terminal dan satu pool. Dari 773 kendaraan, hanya 10,61 persen atau 82 kendaraan yang lulus. Kendaraan yang tidak layak jalan paling banyak ditemukan di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Di terminal tersebut ada 180 dari 200 kendaraan yang tidak lulus pemeriksaan.

Selanjutnya pada 14 - 16 Juni pekan lalu, BPTJ melanjutkan ramp check ke lima terminal serta lima pool bus lainnya. Ada 547 kendaraan yang masuk pemeriksaan. Seperti halnya pada pemeriksaan tahap pertama, mayoritas kendaraan yakni 410 bus atau 74,95 persen pada periode ini pun tidak lulus pengujian.

Pada tahap kedua itu, BPTJ pun kembali memeriksa Terminal Pulogadung. Sebagai hasilnya, dari 92 bus hanya tujuh kendaraan yang memenuhi persyaratan. (Baca: Presiden Akan Resmikan Tol Pejagan-Brebes Timur untuk Mudik Lebaran).

Pemerintah memberi waktu hingga 24 Juni 2016 bagi operator kendaraan untuk melakukan perbaikan. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan seharusnya perbaikan bisa dilakukan karena masih cukup waktu. “Kalau sampai 24 Juni tidak diperbaiki, tidak boleh beroperasi,” ujarnya melalui keterangan resminya, Kamis pekan lalu.

Pemeriksaan juga dilakukan untuk kapal dan pesawat. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyatakan sebanyak 24 dari 26 kapal Pelni sudah siap beroperasi. Sementara itu, dari 196 unit kapal PT ASPD Indonesia Ferry, yang lulus pengujian tercatat 139 kapal. Untuk kapal roll-on roll-off (RORO), ada 293 dari 330 kapal yang siap digunakan pada masa mudik mendatang.

Pada 15 Juni lalu, pemerintah menjalankan ramp check terhadap 451 pesawat. Semuanya dinyatakan layak mengudara oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU). (Baca: Pemerintah Siapkan Antisipasi Banjir Arus Mudik).

Secara total, Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan terhadap puluhan ribu angkutan yang akan digunakan dalam masa mudik Lebaran tahun ini. Untuk bus antarkota antarprovinsi (AKAP), ada sekitar 45 ribu unit yang masuk pengujian.

Sementara itu, untuk kapal laut jumlahnya mencapai 1.200 unit. Cakupan pemeriksaan oleh Kementerian Perhubungan juga termasuk 447 lokomotif serta 1.600 kereta. “Pesawat udara ada 529,” kata Jonan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait