Sinergi PGN-Pertagas Segera Rampung

Tidak ada lagi benturan kepentingan antara PGN dan Pertagas. Kedua badan usaha ini sepakat untuk berjalan beriringan.
Muchamad Nafi
12 Februari 2016, 15:19
Perusahaan Gas Negara (PGN)
Donang Wahyu|KATADATA
PGN KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA - Dalam menghadapai persaingan global, pemerintah sedang memaksimalkan peran badan usaha milik negara. Perusahaan-perusahaan pelat merah yang terserak dalam sejumlah sektor dipadukan. Di antaranya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara menggerakkan sinergi BUMN.

Di sektor minyak dan gas bumi, misalnya, kajian integrasi fasilitas dan bisnis antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas) akan selesai dalam waktu dekat. Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan rencana sinergi dua korporasi negara itu sudah masuk tahap finalisasi. “Memang sedang dibahas. Sudah akan selesai,” kata Rini saat ditemui Katadata di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 12 Februari 2016. 

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sudah tidak ada lagi benturan kepentingan antara PGN dan Pertagas. Kedua badan usaha ini sepakat untuk berjalan beriringan agar tidak ada lagi tumpang tindih pembangunan infrastruktur gas di Indonesia. 

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang harus dikaji lebih mendalam. Hal tersebut mengenai bentuk sinergi yang akan dilakukan kepada kedua perusahaan tersebut. “Secara korporasi masih dibahas,” ujar Edwin. Menurut dia, kajian ini akan berjalan sampai ditemukan solusi terbaik untuk segera dibuat keputusannya. (Baca: Kementerian BUMN Sewa Konsultan Independen Kaji Sinergi Pertagas-PGN).

Oleh karena itu, Edwin belum bisa memastikan waktu tepat sinergi diterapkan dan bentuk sinerginya. Untuk sampai tahap itu, masih perlu dilakukan pembahasan ditingkat tingg. “Saya masih belum bisa bilang. Karena ini kan public company,” ujarnya.

Sebelumnya, Edwin menjelaskan Kementerian BUMN telah menyewa konsultan independen untuk menentukan bentuk sinergi yang tepat antara PGN dan Pertagas. Dalam investasi infrastruktur, Pertagas seringkali membangun pipa di wilayah yang sudah ada sarana milik PGN. Begitu pula sebaliknya yang dilakukan PGN. Untuk itu, sinergi ini menjadi penting agar tidak ada tumpang tindih investasi infrastruktur gas di Indonesia.

Selain menggunakan konsultan independen, Kementerian BUMN juga akan mempertemukan manajemen PGN dan Pertamina selaku induk usaha Pertagas. Sambil menunggu pertemuan dan hasil kajian dari konsultan independen, pemerintah sudah memberi arahan kepada kedua perusahaan agar tidak ada lagi kompetisi di jalur pipa transmisi. Ini untuk mencegah adanya tumpang tindih pembangunan infrastruktur gas. (Baca: Pemerintah Yakin Sinergi BUMN Mampu Menghadapi MEA).

Selain di sektor minyak dan gas, sinergi juga akan dilakukan di sektor lainnya seperti perhutanan yang akan mengintegrasikan bisnis PT Perkebunan Nusantara. Ada pula sinergi di sektor lainnya seperti pada PT Pos Indonesia, PT INTI, PT Garuda Indonesia, PT Jiwasraya, PT Sarinah, PT Kereta Api Indonesia, PT Jasindo, PT LEN, PT Bhanda Ghara Reksa, dan PT Varuna Trita Prakarsya.

Menurut Rini, tujuan sinergi setidaknya ada dua. Pertama, agar setiap BUMN memiliki pemikiran yang sejalan terkait visi dan misi serta akar dari perusahaan itu. Kedua, Rini ingin meningkatkan manajemen setiap perusahaan untuk mendukung perekonomian dan kesejahteraan rakyat. (Baca: Hadapi Pasar Bebas, Pemerintah Genjot Keterampilan Pekerja).

 

Reporter: Miftah Ardhian
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait